Hal Yang Sering Terlupakan Orang Tua Dalam Mendidik Anaknya Part 2

Orang Tua

Bagi keluarga, belum lengkap rasanya seandainya belum punya si kecil. Karena si kecil inilah yang nantinya akan meneruskan jejak keluarga. Tetapi persoalannya, bagimana mengajar mereka supaya menjadi sosok yang memang benar-benar siap. Siap menjadi penerus keluarga, menjadi si kecil yang berbakti, dan tentunya menjadi penerus bangsa yang dibangga-banggakan. Mulailah hal-hal kecil di bawah ini dari sedini mungkin, hingga ketika mereka menjelang remaja atau sekitar 15an tahun.

 

  1. Latih mereka untuk hidup mandiri. Sekira si kecil sanggup melaksanakan, kadang-kadang bebankan terhadap mereka. Seragam sekolah yang ia pakai, sepatu, suruh mereka untuk mencucinya ( tetapi sebelumnya ajari untuk mencuci baju dengan bagus) sendiri. Hal ini akan melatih mereka supaya tidak selalu bergantung terhadap orang lain atau hal lain.

 

  1. Kenalkan si kecil dengan alam dan lingkungannya. Ajaklah mereka untuk mengamati suatu hal di sekitar mereka. Berilah kebebasan terhadap mereka untuk melilih hal yang mereka amati. Suruh mereka merekam segala kejadian pada hal hal yang demikian. Tanyakan hasil segala pengamatannya setelah mereka selesai mengamati. Mintalah anggapan mereka seputar kejadian dalam pengamatannya.

 

  1. Biarkan si kecil bermain dengan sahabatnya, tetapi awasi permainannya. Suatu yang mereka mainkan, berimbas pada prilaku mereka. Siapa sahabatnya juga memberi pengaruh prilakunya. Game yang si kecil-si kecil mainkan jangan hingga yang bersifat pornografi, kekerasan, asusila, atau malah narkoba atau sejenisnya. Jangan hingga terjadi. Juga lihat sahabat bermain mereka siapa, itu penting.

 

  1. Observasi selalu kesehatan dan perkembangan si kecil tiap-tiap harinya. Buatlah buku catatan nilai untuk mereka. Catat tiap-tiap perkembangan yang sudah mereka lakukan. Catat juga perkembangan berikutnya yang patut mereka capai pada hari-hari berikutnya. Sertakan nilai yang patut dikasih pada peningkatannya. Bukan cuma guru yang memberikan nilai pada anakmu. Pasalnya, sesungguhnya guru hanyalah sebagai wakilmu saja dalam mengajar mereka. Tetapi secara keseluruhan, orang tua lah yang patut, mempunyai hak, dan bertanggung jawab atas perkembangan mereka.

 

  1. Latih si kecil untuk selalu bertanya-tanya seputar kehidupan. Sebagian orang tua umumnya cuek dengan si kecil yang bertanya melulu. Apakah termasuk anda? Seketika rubah sikap cuek anda itu. Ketahuilah, bahwa pertanyaan itu timbul menunjukkan adanya perkembangan pada kecerdasan mereka. Dukung terus kesempatan ini. Justru pada situasi seperti ini menggambarkan keingintahuan mereka yang benar-benar tinggi.

 

  1. Beri si kecil semangat untuk perkembangan mereka. Semangat akan membangun jiwa dan ide mereka. Kecil yang tidak menerima semangat cenderung malas, prustasi, gampang puas, malah tidak peduli pada dirinya apalagi lingkungannya.

 

  1. Tanamkan terhadap si kecil rasa tanggung jawab dan kebersamaan. Rasanya semuanya kurang seandainya rasa tanggung jawab ini tidak ditanamkan pada si kecil sejak dini. Membekali mereka untuk selalu siap mempertanggungjawabkan segala hal yang mereka lakukan. Rasa kebersamaan juga sama pentingnya. Karena mereka hidup itu tidak sendirian. Dia terlahir ke dunia sebagai makhluk sosial, makhluk yang bermasyarakat. Hidup rukun, saling menghormati dan saling membantu itu kuncinya.

 

  1. Biasakan si kecil untuk membaca. Belikan mereka beraneka buku yang menyenangkan untuk dibaca dan menginspirasi. Berilah hadiah buku pada tiap-tiap preatasi mereka. Membaca akan menambah wawasan mereka untuk menyongsong masa depan. Sesuaikan target bacaan mereka pantas kecakapannya.

 

  1. Tanamkan pada jiwa si kecil rasa haus akan pengetahuan. Ini yang secara khusus, rasa keingintahuannya akan menjadikannya sosok yang genius, smart, dan tidak pernah bosan untuk belajar. Dimana daerah, dan kapan saja waktunya, di situlah ia belajar. Belajar seputar beraneka hal yang tidak banyak orang kenal. Lakukan hal-hal di atas seandainya anda menjadi orang tua yang mempunyai keinginan terhadap buah hatinya. Orang tua yang ingin buah hatinya menjadi manusia yang berkhasiat bagi keluarga, agama, lingkungan dan bangsanya.