Alasan Kenapa Kamu Perlu Mencoba Ikut Clubbing, Setidaknya Sekali Agar Hidup Jadi Lebih Baik

alasan Clubbing

Pergaulan buah hati muda memang nggak terlepas dari imbas negara barat, salah satunya clubbing. Hiburan satu ini seringkali dianggap negatif sebab identik dengan mabuk-mabukan, seks bebas, dan narkotika. Kau malah tanpa disadari setuju dengan stereotip buruk seputar clubbing. Tiap-tiap ada yang mengajak, kamu menolaknya sebab tak berharap bersentuhan dengan kehidupan malam. Nggak salah juga sih, tapi sesungguhnya ada banyak manfaat yang dapat kamu ambil jikalau mencoba lho, sebab ini seputar bagaimana kamu memahami dunia secara lebih baik.

 

Bila dirimu penasaran kayak gimana clubbing, Admin akan berikan ilustrasi 8 alasan kenapa kamu sebaiknya pernah mencoba setidaknya sekali saja pergi ke club malam. Silahkan disimak dengan santai ya!

 

  1. Ini harus dipahami nih. Lingkungan di klub mungkin memang memberi nasihat ke aktivitas-aktivitas negatif. Tapi kamu punya pilihan untuk memilih “iya” atau “nggak”

 

Berkeinginan clubbing dan mabuk harus bayar, berharap seks bebas juga harus pedekate ke sana- sini. Artinya, jangan dipikir jikalau kita masuk club malam berarti akan segera otomatis melaksanakan hal-hal negatif. Lingkungan clubbing memang cenderung memfasilitasi aktivitas-aktivitas itu, tapi kamu sendiri senantiasa punya otoritas atau peluang untuk menghindarinya. Nggak akan ada yang kemudian memaksa kamu harus minum miras atau seks bebas di sana. Jadi sesungguhnya seluruh tergantung niatnya saja.

 

  1. Kau dapat ngobrol seluruh hal sama orang di klub. Tanpa harus malu-malu dan nggak ada yang nge-judge

 

Orang-orang yang clubbing lazimnya nggak pernah mengurusi kehidupan sekitarnya. Berkeinginan kamu lagi resah, berprestasi, orang nggak mampu, atau kaya raya sekalipun, mereka nggak memedulikannya. Oleh sebab itu, kamu yang lagi suntuk butuh sahabat berbincang-bincang dapat lho bercerita ke orang-orang di klub. Kau nggak perlu malu-malu menceritakan berjenis-jenis hal yang selama ini dipendam dari orang lain sebab cemas sama komentarnya. Dengan cerita ke orang-orang di klub, kamu dapat bebas bilang dari A-Z tanpa takut di-judge jenis-jenis. Karena mereka hanya akan memperdengarkan ceritamu saja. Lagipula hanya sekali itu juga kamu bertemu mereka.

 

  1. Bila pasanganmu nggak cemburuan, dapat lho cek kadar cemburunya dengan pergi ke klub. Cek reaksinya kayak gimana

 

Kau yang punya pasangan tapi sulit banget bikin ia naik pitam sebab cemburu, dapat lho cek kadar sensitifnya dengan clubbing. Nah nanti kamu dapat lihat kayak gimana reaksinya. Seumpama kamu baru bilang sayang saya nanti berharap dugem sama sahabat-sahabat terus ia udah naik pitam, berarti kamu berhasil bikin ia cemburu. Tapi jikalau kamu dugem dan ia awam saja, malah nggak mendampingi itu tandanya kadar peka ia kritis. Kau harus berjuang lagi buat meningkatkan kadar sensitifnya biar cemburu. Motivasi ya!

 

  1. Loyal kawan dapat dijelaskan dikala ada sahabat yang hangover. Kau dapat lihat nih mana yang loyal kawan mana yang bukan

 

Lazimnya orang pergi clubbing bersama sahabat-sahabat nih. Bila ada yang mabuk sampai hangover, kamu dapat lihat berjenis-jenis jenis sahabat yaitu mana yang loyal kawan dan mana yang bukan. Bila yang loyal kawan ya bakal nemenin atau urusin sahabatnya yang hangover. Tapi jikalau nggak ya ia bakal ninggalin gitu saja sahabatnya biar diurus petugas klub. :p

 

  1. Banyak realita sosial menarik yang dapat kamu temukan di sana. Perihal metode berpakaian, interaksi, perilaku, dan hiburan yang tak kamu temukan di tempat lain

 

Pergi clubbing bikin kamu jadi tahu bahwa sesungguhnya kehidupan masyarakat itu amat berjenis-jenis. Kau jadi mengetahui lapisan sosial tertentu yang mungkin tak kamu temukan di lingkungan pergaulanmu. Bagaimana satu sama lain berinteraksi, topik apa yang awam jadi obrolan, atau kenapa mereka mengeluarkan duit segitu banyak hanya untuk memperdengarkan musik, nongkrong, atau minum minuman keras umpamanya, Diakui atau tak, ini akan membantumu memahami hidup ini dengan lebih baik.

 

  1. Selama ini orang tua melarang buah hati clubbing berdasarkan stigma negatif dari media massa. Bila kamu secara segera udah pernah mencobanya, kamu bakal punya senjata lebih kuat untuk melarang anakmu kelak

 

Kebanyakan ayah dan bunda melarang si kecilnya pergi clubbing. Lazimnya para ayah dan bunda ini mengeluarkan alasan-alasan klise seperti ada banyak orang jahat, pemabuk, bahaya seks bebas, dan lain-lain. Masalahnya, si buah hati kebanyakan lalu akan menganggap si ayah dan bunda ini hanya korban kekolotan ciptaan stigma media massa yang sesungguhnya tak tahu apa-apa. Nah, semetara jikalau pernah secara segera memperhatikan realita sesungguhnya seputar clubbing seperti apa, kamu akan punya posisi lebih baik kelak untuk melarang anakmu punya pergaulan di sana. Kau malah punya jawaban-jawaban ideal dikala menjawab pertanyaan anakmu nanti. Karena sesungguhnya memang ada banyak alasan lain yang lebih ideal untuk melarang seseorang clubbing dibanding hanya sekedar apa yang awam dikatakan oleh ayah dan bunda yang tak pernah benar-benar pergi ke sana.