Avoskin Mengedepankan Penjualan Online untuk Sarana Pemasaran

Avoskin

Avoskin adalah produk kosmetika dengan bahan baku import dari Perancis juga Taiwan. Walaupun seperti itu, Avoskin tetap menjamin kealamian produknya. Avoskin memakai ekstrak alpukat yang mereka peroled dari Indonesia sendiri. Menngunakan bahan alami, Avoskin juga mengandalkan pharmasist untuk memformulasikan produknya agar tetap bagus dan sehat di kulit. Avoskin tidak lupa untuk mendaftarkan seluruh produknya ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar keamanan produknya terjamin.

 

Avoskin mengedepankan penjualan online untuk sarana pemasaran. Tetapi, brand kosmetika yang kini makin berkembang rencananya ini akan membuka gerainya di Bali. Pembukaan gerai ini justru dikerjakan oelh mitra kerja Avoskin yang berada di Bali. “Mau buka gerai di Bali. Yang buka itu justru mitra bisnis kami di Bali yang sebelumnya punya usaha salon. Tetapi nanti tetap kami yang mensahkan. Untuk Yogyakarta sendiri kami ada rencana untuk gerai, display produk, jadi pembeli dari Yogyakarta bisa masuk,” jelas Anugrah Pakerti, pemilik brand Avoskin.

 

Avoskin menyajikan produk alami ini lantaran banyak penjual kosmetika secara online yang memasarkan produk abal-abal, menawarkan perubahan yang cepat tetapi terbukti membahayakan bagi kesehatan dan tidak memiliki izin dari BPOM. “Di indonesia kini kan seandainya ada produk yang perubahannya sedikit dan lama, konsumen malahan nggak berkeinginan. Nah, kita masuk di sana. Kita juga mengdukasi ke masyarakat seandainya produk yang punya perubahan cepat itu tidak bagus di wajah dan organ dalam untuk mengedukasi konsumen dikala ini. Jadi kita masuk sebagai produk yang alami dan yang terutama itu kita sudah terdaftar di Bpom,” jelas Aan, sapaan akrab Anugrah Pakerti.

 

Dalam setiap kali pertemAvoskinuan, Avoskin juga menegaskan bahwa produknya aman dan konsumen tidak bisa menerima alhasil dengan instan karena perubahan yang cepat seringkali mengandung bahan kimia yang sungguh-sungguh keras.

 

Dengan seluruh hal yang ditawarkan oleh Avoskin, tidak heran seandainya permintaan produk Avoskin menjadi kian tinggi. Rupanya tidak hanya dari perempuan saja, Avoskin juga digemari oleh konsumen pria. “Cowok juga peduli soal perawatan. Ke depannya kita juga akan buat produk untuk cowok,” kata Aan. Selain berencana mengeluarkan produk kosmetika untuk pria, Avoskin juga akan mengeluarkan produk kecantikan lain, seperti  body lotion.

 

Walaupun Avoskin hendak membuka gerainya di Bali dan kedepannya juga akan membuka gerai di Yogyakarta, tetapi pemasaran Avoskin sebagian besar melalui jalanan online. Penjualan online ini memakai bermacam-macam media, seperti sosial media, laman, dan iklan online. Pemilihan online sebagai cara pemasaran menurut Aan karena dengan online jangkauan pemasarannya jauh lebih luas. “Kita banyak mereduce tarif marketing. Bila pasang billboard 30 juta. Di online 30 juta sudah bisa untuk Google advert, Facebook, sosial media lain, seandainya di Instagram, satu kali promote di salah satu akun yang punya satu juta pengikut, itu kan sudah ke read banyak sekali,” jelas Aan.

 

Selain itu, melalui dunia maya Aan juga membikin skema untuk para blogger atau penulis laman yang mempromosikan produknya. Satu blogger yang mempromosikan produknya dia kasih potongan 30% dari harga jual pasaran. Dengan potongan harga sekian, tidak jarang para blogger ini menjadi reseller produk Avoskin. “Bila ada blogger yang menuliskan produk kami, kami kasih 30% dari harga kami. Mereka bisa memasarkan 100 produk, ya berarti keuntungannya tinggal dikali. Amat efektif. Gunakan Google bisnis, sosial media itu juga efektif sekali, seperti gunakan Instagram dan Facebook, umpamanya.”

 

Menurutnya, era teknologi dikala ini memungkinkan seluruh orang untuk memasarkan apa saja melalui online. Pun pembeli online sekrang sedang sungguh-sungguh tumbuh. Merupakan Aris Nurul Huda, bagian dunia maya marketing Avoskin yang menjalankan analitik  perihal pasar online Avoskin. Aris menemukan bahwa pasar online memiliki rentang usia yang hampir sama dan kecenderungan laki-laki juga kini peduli kepada penampilan sehingga berkeinginan pula merawat tubuh mereka dengan produk Avoskin. “Di market place kita sudah kerjasama dengan Zalora dan brand lain. Ke depannya berkeinginan sama market place yg lain,” kata Aan.

 

Avoskin mengedepankan penjualan online untuk sarana pemasaran, untuk itu mereka sedang membangun teknologi untuk  avoskinmengenali permasalahan kulit wajah. Teknologi penganisis kulit wajah ini nantinya akan mendeteksi permasalahan kulit memakai capture foto user ditambah sebagian perintah. “Jadi ya kita sedang berkeinginan mengoptimalkan face recoqnize-nya itu. Karna aku orang IT ya tahulah cara mengoptimalkan teknologinya. Jadi IT sama bisnis digabungkan untuk produk kosmetika. Yang sudah bermain gunakan skin analize itu Ponds tetapi masih gunakan kartun. Bila kita nanti rencananya gunakan capture wajah, gunakan sebagian variable. Jadi nanti akan dikaji oleh komputer alhasil, permasalahan kulit apa, cocoknya gunakan perawatan wajah yang mana. Atas dasar requirment yang dimasukkan oleh user,” jelas Aan.