Jika Kamu Belum Punya 8 Kriteria Ini, Nggak Usah Minta Diakui sebagai Kaum Sosialita

Kaum Sosialita

Punya gaya hidup glamor, bergaya dengan barang-barang bermerek, teman bergaul yang juga kaya raya, dan kerap kali kali jalan-jalan ke luar negeri sudah jadi trademark yang merekat pada kaum sosialita. Hakekatnya, apa sih sosialita itu? Banyak orang membicarakan soal sosialita, meski belum tahu mereka mengerti makna sosialita hakekatnya. Negatif. Sosialita kini diistilahkan sebagai seorang kaya raya yang bersuka ria berpesta pora, foya-foya, berkumpul dengan sejumlah konglomerat kaya lainnya dan memperoleh perhatian yang cukup besar dari media, tapi jiwa sosialnya rendah.

 

Kau patut mengerti, bila nggak segala orang dapat disebut sosialita. Nggak sedikit orang yang berupaya jadi kaum berduit ini lewat gaya hidup yang terkesan dipaksakan. Sah-sah saja sih bila ingin eksis jadi bagian dari sosialita, tapi sebaiknya penuhi dulu prasyarat-prasyarat ini biar orang lain nggak salah mengerti. Para sosialitawan-sosialitawati, simak baik-baik, ya!

 

  1. Punya latar belakang keluarga yang berduit. Kau yang berasal dari keluarga simpel dan biasa saja, mending belajar yang pinter biar jadi dokter

 

Nggak dapat diabaikan bahwa orang – orang yang layak masuk dalam pergaulan sosialita yaitu mereka yang terlahir dari keluarga yang memang sudah terlanjur kaya. Mulai dari latar belakang keluarga yang bergengsi seperti konglomerat atau tokoh tenar. Bisa juga punya warisan keluarga yang nggak habis dimakan tujuh turunan. Kaya karena usaha keluarga yang berhasil dan juga populer di masyarakat. Selain keluarga, latar belakang pendidikan seperti kuliah di luar negeri atau universitas lokal yang biayanya mahal dan ternama juga diperhitungkan. Termasuk punya pekerjaan dengan posisi jenjang tinggi dengan nama perusahaan yang tenar dan gaji tinggi.

 

  1. Buat mensupport gaya belanja kaum sosialita yang terbilang fantastis, punya penghasilan besar itu totaliter. Memangnya gajimu berapa?

 

Kaum sosialita ini patut berpenghasilan besar dan punya kekuatan beli yang tinggi. Mampu beli barang-barang bermerek yang harganya nggak main-main. Jangan harap kau dapat diakui sebagai kalangan sosialita bila punya gaji sebulan 5 jutaan yang sudah habis sebelum akhir bulan. Jadi, mending jangan maksa buat jadi sosialita dengan modal gaji yang sebulan hanya cukup buat bayar kredit motor. Kau yakin ingin bela-belain hutang sana-sini demi dapat disebut sosialita? Jangan deh!

 

  1. Jangan disangka sosialita hanya modal uang banyak saja, wawasan yang luas pun patut kau punya

 

Sekiranya kau ingin eksis dan diakui sebagai sosialita, punya uang banyak saja belum cukup. Kau juga patut punya wawasan yang nggak sedikit untuk menjadi modalmu dalam bergaul. Semisal, kau patut mengerti betul seluk beluk barang – barang bermerek. Bisa tahu mana yang orisinil dan yang palsu termasuk update pergerakan harga. Bukan sekadar tahu merek mahal, tapi juga product knowledge-nya. Jadi, kaum sosialita ini nggak bakal memalukan dikala pembicaraan dalam lingkungan pergaulan.

 

  1. Sosialita sejati patut punya jaringan yang luas dan nggak terbatas. Namanya juga sosialita, karenanya patut bersosialisasi dengan siapa saja

 

Kaum sosialita nggak hanya bergaul dengan orang-orang kalangan atas yang sama seperti dirinya, mereka juga patut memiliki jalan masuk di banyak tempat, secara khusus yang ada hubungannya dengan kepentingan diri pribadi. Mereka dituntut untuk nggak dingin dan kaku, patut luwes berkenalan dengan orang-orang baru.

 

  1. Sebagai kaum yang punya kekayaan nggak terbatas, punya selera tinggi juga nggak kalah penting. Mereka paling anti dengan barang-barang bekas apalagi nggak original

 

Para sosialita sudah terbiasa dengan barang berkwalitas super dengan harga yang fantastis. Fashion yang dipilih juga nggak dapat asal beli. Mereka patut mengenakan baju dari butik yang sudah punya nama. Bukan sosialita namanya bila beli baju diskonan atau sale di department store biasa.