Inilah Fakta DPLK dari Perusahaan yang Perlu Anda Tahu

DPLK Perusahaan

Sudahkah memiliki dana pensiun? Jika belum, segera persiapkan dana pensiun mulai dari kini. Peran dana pensiun akan terasa nantinya setelah tidak lagi mendapatkan gaji setiap-setiap bulan. Tidak berkeinginan kan, masa pensiun nanti kekurangan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari? Atau sebab benar-benar kekurangan uang, sampai menjual atau menjaminkan aset untuk mendapatkan pinjaman.

 

Ada benarnya memang kalau perusahaan memberikan dana pensiun dengan menggunakan produk institusi keuangan tertentu untuk setiap-setiap karyawannya. Tetapi, perlu dikenal ketika pensiun nanti, Anda tidak dapat segera menarik seluruh dana pensiun yang dikasih perusahaan.

 

Dapat dibayangkan bukan? Anda sedang butuh uang dalam jumlah tertentu, tapi mustahil mengandalkan dana pensiun dari perusahaan yang terbatas. Karena menurut ketetapannya, hanya beberapa kecil yang dapat ditarik. Sisanya akan dikasih setiap-setiap bulan seperti pemberian gaji selama seumur hidup. Mau tidak berkeinginan Anda dipusingkan sebab memikirkan sistem-sistem untuk mendapatkan dana tambahan. Di bawah ini yakni beberapa fakta dari DPLK yang dapat dibuat ilustrasi untuk mengantisipasi risiko dana pensiun.

 

  1. Jumlah Iuran Terbatas

Tahukah bahwa dengan DPLK, perusahaan akan membayarkan dana pensiun untuk Anda. Tetapi, besaran iuran yang dibayarkan mungkin tidak cocok kemauan Anda. Persoalannya, sekalipun ada permintaan pada perusahaan untuk menaikan prosentase iuran DPLK, perusahaan cenderung menolaknya. Karena ada biaya yang dikenakan menurut prosentase tertentu setiap-setiap perusahaan membayar iuran DPLK.

 

  1. Pengevaluasian Dana Pensiun Berdasarkan Gaji

Besar atau tidaknya dana pensiun dari DPLK cocok dengan gaji yang Anda terima. Makin besar gaji yang Anda terima, makin besar pula iuran DPLK yang dibayarkan perusahaan. Seperti yang dijelaskan di atas, umumnya prosentase yang dikenakan untuk iuran DPLK sebesar 3%. Jadi, tidak dengan minta kenaikan prosentase iuran DPLK untuk meningkatkan dana pensiun, tapi dapat dengan kenaikan gaji.

 

  1. Bukanlah Investasi

Jika dibandingi dengan reksa dana, DPLK masih jauh dari kata investasi. Reksa dana lebih baik dalam memberikan untung. Sementara DPLK tidak sebaik reksa dana yang dapat ditarik seluruhnya tanpa batasan 20%. Belum lagi proyeksi keuntungannya dari waktu ke waktu. DPLK dihitung menurut prosentase dana pensiun dari gaji bulanan. Dan besarnya iuran tergantung besarnya gaji. Berbeda dengan reksa dana, yang dalam hal perolehan keuntungan dikuasai manajemen investasi.

 

Dalam mempersiapkan dana pensiun, sebaiknya jangan menggantungkan pada apa yang dikasih perusahaan. Milikilah inisiatif untuk mempersiapkan masa pensiun dengan dana yang dapat memberi jaminan pada hidup Anda nantinya. Banyak instrumen investasi pilihan yang dapat dimanfaatkan. Opsinya, Anda dapat menyimpan uang dalam bentuk reksa dana, saham, obligasi, deposito, atau tabungan berjangka. Selagi masih banyak waktu, cari dan temukan investasi sebagai dana pensiun yang lebih baik.