Mengembangkan Jiwa Bisnis Pada Anak

Jiwa Bisnis

Setiap-tiap orang tua pasti menginginkan si kecilnya menjadi orang yang sukses dan sanggup membahagiakan orang tua. Kebanyakan orang tua menganggap si kecil masih terlalu kecil untuk memahami sulitnya mencari uang meski sesungguhnya jiwa bisnis dapat anda tanamkan terhadap si kecil sejak dini. Namun, kebanyakan orang tua mengalami keder untuk menumbuhkan dan memaksimalkan jiwa bisnis pada si kecil karena mereka masih terlalu kecil dan suka bermain. Nah, kali ini akan dibahas mengenai bagaimana sistem memaksimalkan jiwa bisnis terhadap si kecil.

 

  1. Ajarkan Marketing

Marketing betul-betul penting dalam dunia bisnis karena tanpa marketing yang baik usaha yang kita jalani tidak akan dikenal orang dan dapat mengalami kegagalan. Untuk mengajari marketing anda dapat mengajak si kecil anda mengamati poster atau papan iklan dari perusahaan yang berbeda melainkan kedua perusahaan ini menjual produk yang sama. Tanyakanlah mana iklan yang lebih baik dan tanyakan alasannya mengapa. Anda akan betul-betul terkejut mendengar jawaban mereka yang kadang tidak terduga.

 

  1. Ajarkan seputar Kegagalan

Suatu usaha tidak selalu sukses. Ada kalanya suatu usaha usai dengan kegagalan. Kegagalan hendaknya dihadapi dengan lapang dada serta menjadikannya sebagai semangat untuk perubahan yang lebih baik lagi. Sekiranya si kecil mengalami kegagalan, berilah dia semangat agar tidak mengulangi kekeliruan yang sama. Ajarkan mereka untuk belajar dari kekeliruan.

 

  1. Ajarkan bagaimana Berkomunikasi dan Berdiplomasi

Sebab kemajuan jaman, si kecil-si kecil jaman sekarang cenderung malu untuk berkomunikasi secara lantas karena mereka mungkin lebih terbiasa berkomunikasi via media sosial, meski dalam suatu bisnis komunikasi dan negosiasi yakni salah satu hal yang penting. Cara yang paling pas target untuk mengajari si kecil yakni bermain. Permainan pembeli dan penjual dimana anda dapat menempatkan diri sebagai penjual dan minta dia berperan sebagai pembeli. Melalui sistem ini anda dapat mencontohkan sistem untuk menghadapi pembeli dan bernegosiasi. Bagaimana menghadapi sebuah complain atau protes dari pembeli yang merasa kurang puas. Kemudian, tukarlah peran tersebut. Anda sebagai pembeli dan si kecil sebagai penjual. Lihatlah apakah dia telah dapat melayani pembeli dengan baik.

 

  1. Ajarkan untuk Berbagi

Alangkah bahagianya jika kita dapat berkhasiat bagi orang lain. Melalui kesuksesan yang kita dapat, yakni sebuah kewajiban untuk menyisihkan beberapa rejeki yang kita dapat untuk beramal. Beramal dapat menjauhkan si kecil dari sifat serakah dan egois. Ajarkan untuk mau membagi kudapan manis atau makanan terhadap sahabat bermainnya. Ajarkan mereka untuk menyisihkan beberapa uang saku yang di dapat dengan memasukkan beberapa uang tersebut ke dalam kotak amal.

 

  1. Ajarkan Kepemimpinan

Untuk menjadi seorang pengusaha, seseorang dituntut untuk berfikir kreatif. Walaupun di sekolah si kecil diprogram untuk belajar dan mengikuti undang-undang yang digunakan. Agar si kecil dapat mandiri dan kreatif, ajarkan si kecil untuk memimpin adik-adiknya membereskan mainan, biarkan dia memimpin sahabat-sahabatnya ketika bermain. Ajarkan juga mereka untuk memberi tahu pendapat dan mengemukakan alasan dengan baik.

 

  1. Ajarkan Tanggung Jawab dan Kepemilikan

 

Ajarkan untuk mulai paham arti bertanggung jawab, dengan sistem yang sederhana seperti melatih si kecil untuk membuang air di kamar mandi bagi si kecil yang masih ngompol. Selain ini melatih si kecil untuk bertanggung jawab atas dirinya.

Seusai bermain, mintalah si kecil untuk membereskan mainannya dan meletakkannya ditempat yang disediakan. Misalnya melatih si kecil untuk bertanggung jawab, hal ini dapat melatih si kecil mengenai kepemilikan. Tidak saja mainannya diletakkan di sini, meski mainan kakak diletakkan di sisi yang lain. Ajarkan padanya bahwa mainan itu milik kakak, sehingga jika mau meminjam patut ijin terpenting dulu.

 

  1. Ajarkan untuk tidak memiliki sifat Konsumtif

Selain ada salahnya untuk memberitahukan pada si kecil dari mana asal uang yang digunakan untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Terangkan padanya bahwa untuk menerima uang, orang tua patut bekerja keras dikantor atau ber-wirausaha sehingga sebaiknya uang itu digunakan untuk membeli hal yang benar-benar dibutuhkan. Selain ini dapat menjauhkan si kecil dari sifat konsumtif.

 

  1. Ajarkan untuk Berhemat

Misalnya diajari untuk membelanjakan uang dengan baik, sebaiknya si kecil juga diajari berhemat dengan sistem menabung. Ajaklah dia sesekali berbelanja melainkan ada bagusnya jika anda mencatat daftar kebutuhan yang dibutuhkan, sehingga anda tidak akan membeli barang yang tidak dibutuhkan. Sekiranya si kecil menangis mau dibelikan mainan di luar catatan, karenanya orang tua sebaiknya bersikap tegas untuk tidak membelikannya.  yang dijadikan patut disepakati.

 

Itulah tadi beberapa sistem agar jiwa wirausaha dapat tumbuh pada si kecil sejak kecil. Namun yang perlu diingat orang tua menumbuhkan dan memaksimalkan jiwa bisnis pada si kecil bukan berarti si si kecil disuruh mencari uang, melainkan hal ini hanya sebagai pembelajaran permulaan terhadap si kecil. Anda patut tabah dalam mengajarinya melainkan suatu ketika anda akan bangga mengamati akibatnya.