Tempat Wisata di Jakarta Barat Selain Mall Part 2

Wisata di Jakarta Barat

Beberapa besar kawasan Jakarta Barat ialah daerah pemukiman penduduk. Jakarta Barat yang tenar dengan bangunan peninggalan Belanda yang sampai sekarang masih digunakan sudah mulai dihasilkan sentra bisnis baru seperti yang terjadi di Jakarta Selatan. Melainkan walau semacam itu, bukan berarti tidak ada daerah tamasya di Jakarta Barat. Apa saja daerah tamasya di Jakarta Barat kecuali mall? Berikut pembahasannya:

 

  1. Museum Layak Rupa dan Keramik

 

Museum Layak Rupa dan Keramik Jakarta Barat ialah rumah bagi banyak karya seni kelas internasional karya aktivis seni Indonesia semenjak tahun 1800an. Koleksi seni yang dimiliki Museum Layak Rupa dan Keramik berjumlah lebih dari 400 benda yang berupa patung, lukisan, sketsa, batik lukis, sampai totem kayu yang terbagi berdasarkan jangka waktu waktu tertentu. Untuk koleksi keramiknya, museum ini memiliki koleksi keramik lokal dan asing, yang ialah warisan sejarah dari negara yang bersangkutan.

 

  1. Museum Wayang

 

Museum Wayang berdomisili di Jalan Pintu Besar Utara No. 27, Jakarta Barat. Jenis dengan namanya, museum ini memiliki koleksi beragam macam wayang dengan jumlah sekitar 6,000 wayang. Selain wayang yang ada di sini ialah wayang golek, wayang kulit, wayang klitik, wayang mainan, dan topeng. Koleksi yang dimiliki Museum Wayang ini berasal dari beragam daerah di Indonesia dan masing-masing memiliki sejarah dan cerita yang menarik. Warung wayang dalam negeri, museum ini juga memiliki koleksi wayang dan boneka dari luar negeri di lantai dua.

 

  1. Warung Merah

 

Warung Merah berada di kawasan Kota Tua Jakarta Barat. Jenis namanya, Warung Merah memiliki bangunan yang berwarna merah. Warung gedung ini digunakan sebagai daerah tinggal salah satu Gubernur Jendral VOC. Nama Warung Merah muncul pada dikala seorang keturunan China menerapkan bangunan ini pada tahun 1851 untuk dihasilkan sebuah kios. Banyak cerita menyeramkan yang beredar di masyarakat tentang Warung Merah, tetapi jikalau anda masuk ke dalam Warung Merah yang masih berdiri kokoh, sebenarnya daerah ini lumayan terawat, tidak seperti cerita-cerita yang beredar. Bangunan ini sangatlah unik!

 

  1. Museum Tekstil

 

Musuem Tekstil yang berdomisili di Jalan K. S. Tubun Petamburan No. 4, Jakarta Barat dulunya ialah sebuah rumah milik orang Perancis dan pada hasilnya diserahkan kembali terhadap Pemda Jakarta. Ciri khas museum ini ialah pintunya yang benar-benar besar, bangunan dengan arsitektur kolonial, dan keramik lantai yang bermotif unik. Museum ini memiliki ribuan kain yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia, tetapi cuma beberapa kecil saja yang dipamerkan terhadap masyarakat biasa. Selain kain yang ada di sini ialah kain tenun, kain jumput, kain batik, kain campuran, sampai baju yang terbuat dari kulit kayu.

 

  1. Masjid An-Nawier

 

Masjid An-Nawier ialah salah satu daerah tamasya di Jakarta Barat dengan kategori tamasya religi dan tamasya sejarah. Masjid An-Nawier dulunya ialah sebuah sentra penyebaran agama Islam. Masjid An-Nawier memiliki bentuk unik hasil dari perpaduan adat istiadat asing. Salah satu ciri khas Masjid An-Nawier ialah tidak memiliki kubah seperti masjid yang biasa ditemui di Indonesia. Masjid yang kapabel menampung lebih dari 2,000 orang ini ramai dikunjungi wisatawan sampai dikala ini.

 

  1. Gereja Sion (Gereja Portugis)

 

Gereja Sion atau lebih diketahui dengan nama Gereja Portugis ialah sebuah gereja kuno dengan arsitektur yang megah dan kokoh. Gereja yang terletak di Jalan Pangeran Jayakarta Jakarta Barat ini memiliki kapasitas sekitar 1,000 orang. Fakta menarik tentang Gereja Sion ialah bahwa bangunan ini ialah bangunan paling tua yang masih digunakan layak dengan tujuan awal pembangunannya, memang banyak bangunan lain yang lebih tua, tetapi semuanya sudah beralih fungsi. Angka yang ada di atas pintu Gereja Sion ialah angka yang menunjukan umur gereja hal yang demikian.