Macam – Macam kelainan otot acquired

kelainan otot

Selain sebagai alat gerak tubuh, otot yang tersebar hampir di semua tubuh manusia berperan penting dalam membantu organ tubuh lain dalam menjalankan fungsinya. Disfungsi otot bisa terjadi pengaruh adanya berjenis-jenis gangguan atau kelainan yang menyebabkan kelemahan dan nyeri pada otot, hingga kelumpuhan.

 

Kelainan otot atau miopati ialah istilah medis yang mengacu pada beberapa kondisi gangguan otot di dalam tubuh. Kelainan pada otot bisa disebabkan berjenis-jenis hal, baik yang berkaitan dengan kelainan genetis maupun non-genetis, seperti cedera otot dan penerapan otot berlebihan, peradangan, infeksi, penerapan obat-obatan tertentu, kanker, dan penyakit syaraf yang memengaruhi otot. Sebagian kasus kelainan otot malahan tak diketahui pasti penyebabnya. Adapun kelainan otot acquired dikategorikan menjadi empat, ialah:

 

Miopati inflamatori

Kelainan otot yang disebabkan oleh peradangan otot kronis. Miopati inflamatori yang awam terjadi ialah polimiositis dan dermatomiositis. Polimiositis memengaruhi otot rangka di kedua sisi tubuh dan lazimnya terjadi pada rentang umur 30 dan 60 tahun. Pertanda dan gejala polimiositis bervariasi dari orang ke orang. Kelemahan otot yang tak lantas ditangani bisa menyebabkan kesulitan menelan, sulit mengobrol, sulit berdiri, serta kesulitan berjalan atau menaiki tangga. Sebagian penderita polimiositis juga bisa mengalami radang sendi, sesak napas, aritmia (denyut jantung tak teratur), atau gagal jantung kongestif.

 

Walaupun kelainan otot dermatomiositis ditandai dengan munculnya ruam kulit yang disertai kelemahan otot. Orang dewasa penderita dermatomiositis mungkin mengalami penurunan berat badan atau demam ringan, radang paru-paru, dan sensitif terhadap sinar. Keduanya juga berkaitan erat dengan penyakit kolagen-vaskular atau penyakit autoimun seperti lupus. Polimiositis juga berkaitan dengan infeksi HIV yang menyebabkan AIDS.

 

Miopati infeksi

Ini ialah kelainan otot yang disebabkan oleh infeksi virus, kuman dan parasit. Infeksi virus yang menyebabkan miopati antara lain HIV, virus influenza, dan virus Epstein-Barr. Walaupun infeksi kuman dan parasit yang bisa menyebabkan kelainan otot ialah infeksi Staphylococcus aureus, Streptococcus, Spirochaeta (penyebab penyakit Lyme), dan infeksi parasit Trichinella (penyebab trichinosis). Dalam kasus yang betul-betul jarang, infeksi jamur juga bisa menyebabkan kelainan otot.

 

Miopati sebab obat-obatan (toxic myopathy)

Gangguan atau kelainan otot juga bisa disebabkan oleh efek samping obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid, obat penurun kolesterol golongan statin, obat antimalaria chloroquine, obat asam urat colchicine, dan obat golongan NAPZA seperti kokain. Minuman menandung alkohol dan zat kimia berbisa juga bisa menjadi penyebabnya.

 

Miopati yang berkaitan penyakit sistemik

Miopati tipe kelainan otot ini terjadi pengaruh adanya penyakit yang menyerang cara organ tertentu di dalam tubuh. Kelainan otot tipe ini bisa disebabkan oleh banyak penyakit seperti gangguan tiroid, penyakit autoimun seperti lupus dan rheumatoid arthritis, gangguan elektrolit, nutrisi buruk, dan critical illness myopathy atau kelainan otot pengaruh kondisi kritis pada pasien yang terlalu lama berada di ruangan ICU.

 

Kelainan otot yang awam terjadi ialah miopati inflamasi, distrofi otot, miopati metabolik, miopati yang berkaitan dengan gangguan sistemik, dan miopati sebab obat-obatan tertentu.