Sekilas Tentang DPLK dan DPPK dari Perusahaan

DPLK dan DPPK

Sudahkah memiliki dana pensiun? Bila belum, segera persiapkan dana pensiun mulai dari kini. Peran dana pensiun akan terasa nantinya sesudah tak lagi mendapatkan gaji tiap-tiap bulan. Tidak berkeinginan kan, masa pensiun nanti kekurangan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari? Atau sebab benar-benar kekurangan uang, hingga menjual atau menjaminkan aset untuk memperoleh pinjaman.

 

Ada benarnya memang bila perusahaan memberikan dana pensiun dengan memakai produk lembaga keuangan tertentu untuk tiap-tiap karyawannya. Melainkan, perlu diketahui ketika pensiun nanti, Anda tak dapat segera menarik seluruh dana pensiun yang diberi perusahaan.

 

Bisa dibayangkan bukan? Anda sedang butuh uang dalam jumlah tertentu, tetapi mustahil mengandalkan dana pensiun dari perusahaan yang terbatas. Karena menurut ketetapannya, hanya sebagian kecil yang dapat ditarik. Sisanya akan diberi tiap-tiap bulan seperti pemberian gaji selama seumur hidup. Mau tak berkeinginan Anda dipusingkan sebab memikirkan sistem-sistem untuk mendapatkan dana tambahan.

 

Dana pensiun karyawan pada biasanya dikelola bank atau perusahaan asuransi jiwa dalam format Dana Pensiun Institusi Keuangan (DPLK). Bisa juga perusahaan mengelola sendiri dana pensiun karyawannya dalam format Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK). Uniknya, tak ada larangan bagi pemberi kerja lain untuk mengikutsertakan karyawannya ke dalam DPPK yang ada. Ada juga perusahaan yang mengikutkan karyawannya ke dalam Jaminan Hari Tua (JHT) yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan. DPLK berbeda dengan JHT dari sisi iuran. Untuk DPLK, iuran yang dibayarkan sebesar 3% (2% perusahaan + 1% pekerja). Sementara untuk JHT, iuran yang dibayarkan sebesar 5,7% (2% pekerja + 3,7% pemberi kerja).

 

Dalam mempersiapkan dana pensiun, sebaiknya jangan menggantungkan pada apa yang diberi perusahaan. Milikilah inisiatif untuk mempersiapkan masa pensiun dengan dana yang dapat memberi jaminan pada hidup Anda nantinya. Banyak instrumen investasi alternatif yang dapat dimanfaatkan. Pilihannya, Anda dapat menyimpan uang dalam format reksa dana, saham, obligasi, deposito, atau tabungan berjangka. Selagi masih banyak waktu, cari dan temukan investasi sebagai dana pensiun yang lebih baik.