Yang Perlu Diketahui Tentang Daging Tumbuh

Daging Tumbuh

Meskipun tak memunculkan rasa sakit atau gatal, mempunyai daging tumbuh di kulit dapat mengganggu penampilan Anda. Daging tumbuh memang tak berbahaya. Akan namun, benjolan ini dapat teriritasi dan menjadi nyeri apabila bergesekan dengan pakaian, perhiasan, atau kulit Anda sendiri.

 

Segala orang dapat mempunyai daging tumbuh. Tetapi, lazimnya daging tumbuh terjadi pada orang dewasa, lansia, dan juga orang yang mengalami obesitas atau diabetes.

 

Dalam bahasa medis, daging tumbuh disebut dengan acrochordon (skin tag). Benjolan ini lazimnya tumbuh dengan ukuran kecil, yaitu sekitar 2-5 milimeter, dan dapat membesar. Daging tumbuh dapat muncul di bagian tubuh mana saja, seperti ketiak, paha, kelopak mata, leher, dada, di bawah payudara, dan juga di bawah lipatan bokong. Tetapi, lebih sering kali tumbuh di zona ketiak dan leher.

 

Daging tumbuh terbentuk dari jaringan serat kolagen yang sudah mengendur dan pembuluh darah yang dikelilingi oleh kulit. Terbentuknya daging tumbuh diduga dipicu oleh seringnya pergesekan kulit dengan pakaian atau bagian tubuh tertentu. Biasanya, daging tumbuh mempunyai warna yang serupa dengan warna kulit Anda. Tetapi, bagian ini dapat saja berwarna lebih gelap.

 

Kendati sering kali dianggap mirip dengan kutil, namun daging tumbuh berbeda. Kutil cenderung mempunyai tekstur yang agak kasar, meskipun daging tumbuh tak. Selain itu, daging tumbuh seperti benjolan, meskipun kutil tak. Tidak hanya itu, kutil disebabkan oleh human papillomavirus (HPV), meskipun penyebab daging tumbuh belum dikenal secara pasti, namun faktor genetika atau turunan diduga berperan.

 

Sebetulnya, daging tumbuh tak membutuhkan perawatan yang khusus. Daging tumbuh dapat hilang dengan sendirinya, apabila jaringannya kekurangan suplai darah dan mati. Tetapi apabila Anda merasa risih dan terganggu, Anda dapat menghilangkannya.

 

Daging tumbuh yang berukuran sungguh-sungguh kecil, lazimnya akan hilang dengan sendirinya. Tetapi apabila berukuran lebih besar, Anda membutuhkan bantuan dokter pakar kulit untuk menghilangkannya.

 

Daging tumbuh tidaklah menular, dan belum ada penelitian yang menyuarakan bahwa menghilangkan daging tumbuh dapat memperbanyak pertumbuhannya. Akan namun, daging tumbuh memang dapat saja muncul kembali, meskipun sudah dihilangkan dengan sebagian sistem di atas.

 

Anda dianjurkan untuk tak menghilangkan daging tumbuh sendiri tanpa bantuan dokter, karena dapat menyebabkan luka, perdarahan, dan infeksi. Sampai ketika ini belum ada obat-obatan atau sistem penanganan mandiri di rumah yang ternyata pas target dalam menghilangkan daging tumbuh. Kalau mempunyai daging tumbuh, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter.