Mengapa Bumil Lebih Berisiko Terkena Penyakit

Bumil Lebih Berisiko Terkena Penyakit

Ibu hamil ( bumil ) perlu lebih hati-hati menjaga kesehatan, supaya terhindar dari penyakit. Virus dan bakteri yang umumnya tidak membahayakan, mungkin saja menyebabkan situasi yang berisiko lebih tinggi jika menyebabkan infeksi pada bumil. Yuk, ketahui alasannya di sini.

 

Kita mungkin sering kali mendengar cerita pengalaman dari teman atau kerabat yang mengeluh lebih mudah sakit dikala hamil. Hal ini sebenarnya dapat diberi pengaruh oleh banyaknya perubahan yang terjadi selama kehamilan. Selain perubahan wujud tubuh, bumil lebih berisiko mengalami infeksi sebab perubahan hormon dan fungsi cara kekebalan tubuh.

 

Memahami Perubahan Sistem Imunitas Tubuh Saat Hamil

Supaya lebih dapat melindungi ibu dan bayi dari penyakit, cara imunitas pada beberapa bagian tubuh bumil meningkat, sementara beberapa lagi dapat menurun sebagai kompensasinya. Perubahan ini juga memungkinkan bayi, yang wajib dianggap sebagai benda asing, menjadi bagian dari tubuh bumil. Sewaktu hamil, cara imunitas bumil juga perlu berprofesi lebih keras, sebab wajib melindungi dua tubuh. Akibatnya, bumil dapat jadi lebih berisiko terserang infeksi, malah penyakit tidak pernah dialami sebelumnya.

 

Penelitian lain menemukan, cara kekebalan tubuh bumil sebenarnya tidak menurun, namun mengalami perubahan yang unik. Keunikan inilah yang membikin cara imunitas bumil bereaksi berbeda terhadap lingkungan. Tetapi, bukan berarti cara kekebalannya melemah.

 

Sistem imunitas bumil memproduksi antibodi yang akan menolong tubuh melawan virus dan bakteri. Antibodi hal yang demikian kemudian diteruskan pada bayi melewati plasenta selama 3 bulan terakhir masa kehamilan. Ini alasan bayi yang lahir prematur lebih berisiko mengalami penyakit, sebab belum sepenuhnya mendapatkan bekal cara imunitas dari ibunya. Tetapi, manfaat imunitas yang didapatkan bayi dari ibunya cuma bersifat sementara dan akan menghilang beberapa minggu atau beberapa bulan setelah bayi lahir. Sesudah lahir, pemberian imunitas pasif dari ibu terhadap bayi sebenarnya masih berlanjut melewati air susu ibu (ASI).  Tetapi, bayi perlu langsung mendapatkan vaksinasi, yang yaitu wujud imunitas aktif untuk memperkuat cara kekebalan tubuhnya terhadap berjenis-macam penyakit.

 

Melindungi Diri dari Infeksi

Selain berimbas pada cara imunitas, perubahan hormon dikala hamil dapat meningkatkan risiko infeksi. Umpamanya, perubahan hormon dapat membikin air kemih lebih lama berada di saluran kencing, sehingga dapat menyebabkan infeksi saluran kencing. Selain itu, perubahan hormon juga dapat membikin bumil lebih berisiko terkena infeksi jamur, seperti candidiasis.

 

Jika terinfeksi, maka bumil dapat menularkan penyakitnya, seperti toxoplasmosis, cytomegalovirus, ataupun parvovirus pada bayi. Segala infeksi ini dapat membahayakan kehamilan dan bayi dalam kandungan. Jika langsung terdeteksi, infeksi seperti syphilis, listeria, dan toxoplasmosis dapat ditangani dengan antibiotik. Sementara, parvovirus perlu ditangani dengan transfusi darah intrauterin.

 

Bumil, jangan berkecil hati dengan cara kekebalan tubuh yang mengalami perubahan sehingga lebih berisiko terhadap penyakit. Sebaiknya, ambil langkah pencegahan dan jalani pola hidup sehat untuk melindungi diri, demi kesehatan diri sendiri dan bayi dalam kandungan.