Bahaya Apa yang Dihadapi Penderita Gagal Jantung Kongestif

Gagal Jantung Kongestif

Gagal jantung kongestif atau congestive heart failure (CHF) adalah kegagalan jantung dalam memompa pasokan darah yang dibutuhkan tubuh. Hal ini dikarenakan terjadi kelainan pada otot-otot jantung sehingga jantung tidak dapat berprofesi secara normal.

 

Selama ini, gagal jantung dibeberkan sebagai keadaan jantung seseorang yang stop berprofesi, dalam hal ini adalah stop berdetak. Walaupun, gagal jantung berarti ketidakmampuan jantung dalam memompa darah atau ketidakmampuan jantung memenuhi kuota darah normal yang dibutuhkan tubuh.

 

Seseorang yang mengalami gagal jantung kongestif perlu waspada terhadap keselamatan hidupnya. Penderita wajib seketika menjalani pengobatan atau akan dihadapkan terhadap sebagian risiko komplikasi, antara lain:

 

Kegagalan organ tubuh lain

Salah satu organ yang dapat mengalami kegagalan fungsi adalah ginjal. Hal ini terjadi sebab pada penderita gagal jantung kongestif, aliran darah ke ginjal akan berkurang. Kalau tidak diberikan pengobatan, dapat berujung terhadap kerusakan organ ginjal atau gagal ginjal. Penumpukan cairan juga dapat terjadi pada organ hati. Saat keadaan ini tidak ditangani, maka dapat terjadi gangguan fungsi hati.

 

Gangguan katup jantung

Gagal jantung kongestif dapat menyebabkan peningkatan tekanan aliran darah jantung. Keadaan ini lama kelamaan dapat menyebabkan gangguan katup jantung. Gagal jantung kongestif stadium lanjut juga dapat menyebabkan pembengkakan jantung atau membesarnya jantung, sehingga fungsi katup jantung tidak dapat berjalan dengan normal.

 

Aritmia

Aritmia atau gangguan ritme jantung dapat diderita oleh pasien gagal jantung kongestif. Aritmia ini dapat terjadi sebab gangguan aliran listrik jantung yang berfungsi mengontrol ritme dan denyut jantung. Kalau penderita gagal jantung kongestif kemudian menderita aritmia, maka dia akan berisiko tinggi terkena stroke. Penderita juga rentan mengalami tromboemboli, adalah sumbatan pada pembuluh darah imbas bekuan darah yang terlepas.

 

Henti jantung mendadak

Salah satu komplikasi berbahaya yang perlu diwaspadai pada gagal jantung kongestif adalah henti jantung mendadak. Saat fungsi jantung terganggu dan tidak tertangani, lama kelamaan performa jantung akan mengalami penurunan drastis dan berisiko mengalami henti jantung mendadak. Ada sebagian hal yang menyebabkan keadaan ini dapat terjadi pada gagal jantung kongestif. Di antaranya sebab jantung tidak mendapat cukup oksigen, terjadi gangguan saraf yang mengontrol fungsi jantung, atau imbas perubahan bentuk jantung.

 

Secara keseluruhan, penyakit gagal jantung kronis, termasuk gagal jantung kongestif, adalah penyumbang angka kematian yang cukup tinggi. Sekitar 2-3 dari 10 orang yang menderita gagal jantung tingkat awal hingga menengah, meninggal setiap-setiap tahunnya. Sementara pada gagal jantung yang sudah parah, hingga separo jumlah penderita tidak dapat terselamatkan.

 

Kalau menikmati gejala-gejala gangguan jantung, apalagi yang mengarah pada gagal jantung kongestif, Anda perlu seketika berobat ke dokter untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.