Perbedaan Akad Mudharabah dan Akad Wadiah

Akad Mudharabah

Tren perkembangan bank Syariah di Indonesia kian kencang. Bank Syariah timbul di era 1990-an dan sukses memperkuat posisinya di pasar Indonesia, dengan jumlah masyarakat yang kian banyak mengharapkan menjalani hidup pantas Syariat Islam.

 

Dan yang membedakan antara bank Syariah dengan bank konvensional tidak lain terletak pada pemberlakuan perjanjian macam tabungan yang akan dipilih. Perjanjian ini yang disebut dengan ‘Akad’. Meski di bank konvensional, terang tidak ada opsi semacam itu.

 

Karenanya, tidak heran ketika Anda akan membuka rekening di bank Syariah, pasti akan ditanya,”Ingin macam akad apa (yang akan diaplikasikan atau dipilih)?” Nah, jangan hingga Anda justru malahan jadi keder atas pertanyaan itu dan tidak tahu sepatutnya pilih yang mana, akad Mudharabah atau akad Wadiah?

 

Sebelum Anda malahan jadi gundah hanya sekadar untuk membuka rekening di bank Syariah, ada bagusnya mengetahui lebih dahulu apa itu akad Mudharabah dan akad Wadiah.

 

Sederhananya, supaya gampang dipahami, akad Mudharabah itu rekening simpanan yang hampir mirip dengan deposito di bank konvensional. Meski akad Wadiah hampir sama dengan macam tabungan umum di bank konvensional.

 

Secara mendasar, perbedaan kedua akad tersebut sudah cukup terang. Akan tetapi, untuk dapat lebih jelasnya, berikut nilai-nilai penting perbedaan dari akad mudharabah dan akad wadiah ini, diantaranya:

 

Bagi hasil (profit)

Pada akad mudharabah, nasabah dapat mendapatkan nisbah (bagi hasil atau profit), Meski pada akad wadiah, nasabah tidak mendapatkan bagi hasil, tetapi hanya berupa bonus secara sukarela dari pihak bank.

 

Peran nasabah

Nasabah pada akad mudharabah berperan sebagai pemilik modal (sohibul mal), padahal pada akad wadiah berperan sebagai muwadi (penitip uang/barang).

 

Status uang/barang

Pada akad mudharabah, dana yang disimpan di bank Syariah itu disebut sebagai wujud investasi, sebab nasabah memperoleh profit (nisbah/bagi hasil), padahal pada akad wadiah itu dana hanya bersifat simpanan atau titipan.

 

Bagi Anda yang mau membuka rekening di bank Syariah, sebaiknya mengetahui terutamanya dahulu macam akad yang akan dipilih. Sehingga Anda lebih gampang untuk memutuskan macam akad mana yang pantas untuk dipilih sebagai penempatan dana. Pilihkan akad mudharabah seandainya Anda mau memperoleh bagi hasil dari tabungan, dan pilihlah akad wadiah seandainya Anda hanya hendak menaruh uang tanpa mau mendapatkan bagi alhasil.