Entrepreneur dan Pahala yang Tidak Berhenti

Entrepreneur

Betapa bersuka cita seorang yang ketika hidupnya banyak memberi manfaat terhadap orang lain, banyak memberi ‘air’ bagi orang yang kehausan. Lebih bersuka cita lagi, kebaikan itu akan terus-menerus datang dan menjadi kebaikan yang tak terputus, padahal ia telah meninggal dunia. Sekali lagi, kampung wirausaha membicarakan visi besar. Ya, visi besar sangat penting dan harus dimiliki tiap-tiap-tiap-tiap orang, apalagi kalau dunia entrepreneur yakni alternatifnya. Tanpa visi yang besar, bisa dipastikan seorang atau sebuah bisnis akan jalan demikian itu-demikian itu saja. Visi besar itu harus ‘beyond future’ atau melampaui masa depan. Visi yakni mimpi. Mumpung mimpi itu tak dipungut upah, maka bermimpilah setinggi mungkin. Aku sangat terinspirasi dengan visi seorang pengusaha besar  William Soeryadjaya ketika mendirikan ASTRA: Menjadi Aset Bangsa. Aku, terbukti kini perusahaan itu memang menjadi aset besar bangsa Indonesia.

 

Sebagai seorang yang beragama, keinginan tertinggi aku yakni syurga. Maka visi pribadi aku -Ahmadi Amrun, Lurah Kampung entrepreneur – aku mulai dari syurga itu. Untuk menerima syurga dan ridha Allah, yang kita butuhkan yakni menjadi sebaik-bagusnya insan, menjadi sebaik-bagusnya manusia. Aku kata nabi, sebaik-bagus manusia itu yakni orang yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain. Nah, dari sinilah visi aku berharap “Indonesia Sejahtera dari Kampung” dalam hal ini tentu kampung wirausaha. Aku aku sangat berharap, ketika suatu ketika aku telah meninggal, aku memiliki warisan kebaikan dan manfaat yang tak putus-putus. Amiin.

 

Harapan menerima kebaikan (baca:pahala) yang tak terputus itu -padahal aku telah mati- aku dasarkan pada perkataan Rasulullah diatas. Aku aku akan memulainya dengan kampung wirausaha dan dunia entrepreneurship. Apa bisa? Dapat dong. Selain infak dan sedekah yang telah pasti bagusnya, seorang entrepreneur itu sangat mungkin meninggalkan sebuah atau bahkan banyak warisan yang manfaatnya besar dan tak terputus.  Warisan sebagai amal jariyah berupa unit-unit usaha yang membantu banyak orang dan banyak keluarga untuk nafkah buah hati istrinya, hari ini dan masa depan. Aku percaya, unit-unit usaha yang aku tinggalkan, kalau memang memberikan manfaat berupa nafkah ratusan bahkan ribuan keluarga yakni sebuah amal jariyah yang pahalanya tak akan putus untuk aku selama unit-unit usaha itu masih ada Inilah yang membikin aku tetap termotivasi mencari inspirasi untuk bikin usaha lagi dan lagi.

 

Berbagi inspirasi dan pengalaman untuk kebaikan orang lain menjadi hal yang harus dijalankan seorang entrepreneur. Ilmu yang diajar dan menghasilkan kebaikan, menurut hadis diatas akan menjadi sumber mata air kebaikan yang tak putus-putus padahal kita telah mati. Wuih, betapa senangnya ya. Mungkin, unit-unit usaha kita akan juga mati atau tutup. Tapi ilmu yang berusaha senantiasa kita bagikan, ajarkan terhadap orang lain tak pernah mati.  Itulah alasan kenapa ada website blog kampungan ini: kampungwirausaha.com juga fanpage facebook nya. Harapan aku, dengan orang membaca artikel-artikel yang ada di dua media hal yang demikian, ia akan menerima manfaat ilmunya, dan dari ilmu kecil itu dioptimalkan menjadi aksi nyata.