Panduan Naik Kereta Saat Hamil

Panduan Naik Kereta

Bepergian naik kereta api dianggap relatif lebih aman untuk ibu hamil (bumil) dibanding pesawat atau bis. Tapi, naik kereta mempunyai jarak tempuh dan waktu yang lebih panjang daripada naik pesawat. Hal ini bisa membuat bumil lebih lelah. Penting untuk mengenal persiapan yang tepat bagi bumil yang akan bepergian dengan kereta. Kereta api bisa disebut sebagai salah satu alat transportasi paling aman dan nyaman saat hamil. Pergerakan kereta yang lurus meniru rel membuat Bunda tak perlu menghadapi kemacetan. Panorama di sepanjang jalan juga bisa dinikmati. Selain itu, di dalam kereta eksekutif, Bunda juga lebih mudah meregangkan kaki daripada di dalam bis atau kendaraan beroda empat. Meskipun demikian, ada hal-hal lain yang tetap mesti Bunda observasi sebelum bepergian dengan kereta.

 

Secara biasa, berapapun usia kehamilannya, sebaiknya Bumil memeriksakan diri lebih dahulu sebelum bepergian naik kereta jarak jauh. Ini mesti dijalankan lebih-lebih seandainya Bumil mempunyai situasi tertentu, seperti diabetes, hipertensi, gangguan plasenta, atau pernah mengalami persalinan premature Jika dokter telah mengucapkan aman untuk berangkat bepergian dengan kereta, yuk simak beberapa tutorial di bawah ini untuk kenyamanan dan keamanan bumil selama dalam perjalanan:

 

Pilih tempat yang nyaman

Memesan tiket secara online atau daring membantu bumil untuk bisa memilih posisi tempat duduk, seperti dekat jendela atau dekat lorong. Duduk dekat lorong lebih mempermudah Bumil untuk berdiri dan berjalan.  Kereta ekonomi atau bisnis mungkin kurang nyaman untuk ibu hamil dibanding kereta eksekutif.

 

Hindari jarak tempuh yang terlalu panjang

Perkirakan seberapa lama bumil bisa berada di dalam kereta api. Direkomendasikan perjalanan bagi ibu hamil tak lebih dari 5-6 jam.

 

Tidak dalam posisi nyaman selama perjalanan

Biasanya apa-apa untuk minta dan mungkin membayar bantal tambahan demi kenyamanan bumil. Saat kereta eksekutif telah menyediakan bantal dan selimut. Usahakan untuk berjalan kaki setidaknya setiap satu jam untuk melancarkan sirkulasi darah pada kaki.  Selain tidur, Bumil bisa mencoba untuk meluruskan dan sedikit menaikkan kaki.

 

Bawa minuman atau makanan

Jangan lupa untuk membawa air minum, makanan utama, dan makanan ringan sendiri, ya bumil. Pilih makanan kering yang bisa bertahan lama selama dalam perjalanan. Bumil juga perlu konsumsi cukup air mineral selama perjalanan. Hindari minuman berkafein, seperti kopi, teh, ataupun minuman bersoda. Selain bisa membuat Bumil lebih cepat haus, minuman ini juga bisa membuat Bumil lebih tak jarang buang air kecil.

 

Hindari membawa barang yang berat

Sebaiknya bumil tak membawa barang turunan sendirian untuk menghindari risiko cidera.

 

Bawa obat, suplemen dan nomor kontak dokter

Jangan lupa membawa obat-obatan atau suplemen yang biasa dikonsumsi dalam satu tempat khusus yang mudah diraih. Pastikan Bumil menyimpan nomor telepon dokter kandungan yang menangani bumil agar bisa dikontak sewaktu-waktu. Ada baiknya bawa juga buku catatan pemeriksaan kandungan. Ini akan diperlukan seandainya Bumil mungkin perlu memeriksakan diri di tempat tujuan.

 

Selain pakaian dan alas kaki yang nyaman

Pilih pakaian dan alas kaki yang nyaman yang mempermudah Bumil menjaga keseimbangan saat berjalan di dalam kereta.

 

Hal yang sedikit menyulitkan tetapi tak bisa dihindari yaitu seandainya kebersihan kamar kecil kereta yang Bumil tumpangi kurang memadai. Selain itu, lebih berhati-hati saat buang air sebab kereta yang sedang berjalan bisa mengganggu keseimbangan. Yang tak kalah penting diingat, Bumil yang sedang hamil si kecil kembar sebaiknya tak bepergian sesudah kehamilan 20 pekan. Bumil juga perlu menunda perjalanan seandainya mengalami perdarahan, nyeri atau kram perut, bengkak, sakit kepala, gangguan penglihatan, ataupun gangguan pada kehamilan. Dengan memerhatikan tutorial naik kereta untuk ibu hamil, diinginkan perjalanan Bumil tak mendapatkan hambatan. Selamat bepergian naik kereta dengan aman dan nyaman,