Cara Menghentikan Procrastination

Procrastination

Procrastination merupakan tradisi menunda-nunda profesi yang kerap dilakukan beberapa orang, baik disadari ataupun tidak disadari. Hati-hati, tradisi ini bisa berimbas buruk bagi kehidupan Anda.

 

Ada berjenis-jenis alasan kenapa rasa malas dan procrastination mendominasi ketika dihadapi dengan profesi atau tugas tertentu. Sebagian alasan itu bisa saja sebab merasa kurang mampu untuk menyelesaikan tugas, merasa tidak berdaya kepada tantangan yang dihadapi, mencontoh tradisi orang di sekitar seperti orang tua, saudara, atau rekan kerja, takut gagal, merasa masih punya banyak waktu, malahan muungkin sebab depresi.

 

Menunda profesi atau procrastination sebenarnya resmi-resmi saja dilakukan, asalkan profesi hal yang demikian memang bisa selesai dengan baik dan pas waktu. Tapi, procrastination bisa menjadi masalah apabila sampai mengganggu daya kerja kita. Berikut ini merupakan beberapa tips yang bisa Anda coba untuk menghentikan tradisi procrastination:

 

Lakukan apa adanya

Seseorang yang perfeksionis umumnya takut apabila apa yang dilaksanakannya tidak total. Seseorang dengan jenis ini senantiasa mau menjadi yang terbaik dan akan merasa terjerembab apabila hasil kerjanya tidak layak keinginan. Anda mau menjalankan profesi dengan keinginan untuk total, tapi sekali-sekali tidak mampu sebab unsur waktu, muatan kerja, atau berjenis-jenis-jenis alasan lain.

 

Ingatlah senantiasa bahwa menjalankan profesi secara apa adanya lebih baik dibandingkan mau total, tapi profesi justru tidak selesai. Bila merasa belum puas dengan hasil kerja, Anda bisa mengkoreksi daya kerja secara bertahap untuk ke depannya.

 

Hentikan tradisi mulai berprofesi di ketika-ketika terakhir

Apakah Anda merasakan sensasi gairah menghadapi tantangan tenggat waktu? Bila Anda jenis orang yang meyakini bahwa daya kerja terbaik Anda merupakan ketika di bawah tekanan, buktikanlah. Tapi apabila tradisi procrastination ini justru membikin Anda stres dan memiliki hasil kerja buruk, hentikan tradisi ini sekarang juga. Mulailah profesi layak jadwal atau malahan lebih kencang, dengan demikian Anda bisa mencicilnya sehingga memiliki cukup waktu untuk menjalankan profesi dengan baik. Selain itu, mengawali profesi lebih permulaan juga memberikan waktu bebas yang lebih untuk Anda, sehingga Anda bisa terhindar dari stres.

 

Sadari perasaan yang bisa menghambat profesi

Contohnya-orang yang dibesarkan oleh orang tua yang tiranis bisa menjadi seseorang yang menyukai menjalankan procrastination. Ini semacam pemberontakan diri. Anda patut menjalankan tugas, tapi justru menunda-nunda atau malahan menolak peluang yang datang.

 

Seseorang dengan jenis ini mungkin merasakan keraguan, dan keraguan kerap kali memunculkan perasaan gundah, sedih, atau geram. Pahami emosionil seperti apa yang bisa mengalihkan fokus Anda secara signifikan. Dengan memahaminya, Anda bisa membikin keputusan yang lebih terang sebab masalah sebenarnya berasal dari diri Anda sendiri.

 

Buat pengingat sebagai penentu prioritas profesi

Jangan hanya berbincang-bincang pada diri sendiri seputar apa yang patut Anda lakukan dan kapan patut selesai, tapi buatlah semacam pesan pengingat. Bila dengan menggunakan kertas tempel atau gunakan pengingat di gawai Anda.

 

Di samping itu, jangan menganggap suatu tugas hanyalah remeh-temeh dan bisa dilakukan nanti. Bila Anda terus menunda-nunda profesi sebab berdaya upaya demikian, Anda bisa merasakan ketakutan sebab dihantui oleh keharusan yang mangkrak. Jadi kerjakan saja tugas Anda tanpa perlu mengevaluasi bahwa tugas itu remeh atau tidak berdasarkan standar Anda, sebab tugas merupakan keharusan yang patut dilakukan.

 

Cobalah untuk mencontoh tips di atas dan mengawali kehidupan yang lebih berbahagia dan terhindar dari stres. Andalah yang paling mengetahui diri sendiri. Jadi, ketika Anda berdaya upaya untuk menjalankan procrastination, tanyakan kepada diri sendiri apa alasan patut menunda.

 

Bila perlu, paksakan diri Anda untuk mengawalinya, carilah pandangan baru dan semangat agar semangat kerja Anda kuat. Jangan pernah melebih-lebihkan perasaan takut, apalagi rasa takut yang tidak pada tempatnya. Bila tugas terasa berat, bagilah ke dalam beberapa bagian yang lebih kecil dan kerjakan secara bertahap.