Hal Yang Sering Terlupakan Orang Tua Dalam Mendidik Anaknya Part 1

Orang Tua Dalam Mendidik Anaknya

Bagi keluarga, belum lengkap rasanya bila belum punya si kecil. Sebab si kecil inilah yang nantinya akan meneruskan jejak keluarga. Namun persoalannya, bagimana mendidik mereka agar menjadi sosok yang memang benar-benar siap. Siap menjadi penerus keluarga, menjadi si kecil yang berbakti, dan tentunya menjadi penerus bangsa yang dibangga-banggakan. Mulailah hal-hal kecil di bawah ini dari sedini mungkin, sampai ketika mereka menjelang remaja atau sekitar 15an tahun.

 

  1. Kasih beri sayang terhadap si kecil, melainkan jangan selalu dimanja. Memberi beri sayang bukan berarti patut menuruti tiap-tiap-tiap-tiap keinginannya. Banyak orang tua lupa, dan terus berpendapat bahwa memanjakan mereka adalah format beri sayang. Itu pandangan yang keliru. Justru bila kian orang tua selalu memanjakan mereka, pun akan berpengaruh buruk pada buah hatinya. Muncul rasa ketergantungan tinggi di dalam jiwa sang buah hati.

 

  1. Kasih jadwal kegiatan si kecil sehari-hari. Ini penting, melatih kedisiplinan mereka. Jadwal kegiatan juga akan membuat si kecil-si kecil belajar membagi waktu. Memakai waktu dengan suatu kegiatan yang berkhasiat dan bersifat positif.

 

  1. Ingatkan si kecil ketika lupa menjalankan kegiatan tak cocok jadwal. Hal ini akan melatih memori mereka. Jangan langsung beri tahu ia akan kegiatan yang patut dikerjakan, melainkan berikan pertanyaan tentang kegiatan apa yang patut dikerjakan pada jam sekian, atau menit sekian, atau sebagainya.

 

  1. Jangan aturan si kecil dengan perlakuan kasar, melainkan sanksi yang mendidik. Hukuman tujuannya adalah baik. Tentu bila sanksi itu kasar, melukainya, menyakitinya, apa itu baik? Jangan kadang-kadang lakukan itu. Jika tujuannya baik, sanksi itu juga patut yang baik-baik, melainkan yang bila membuat mereka jera. Ex, pura-pura saja pergi dari rumah untuk selama-lamanya, biarkan si kecil sendirian dirumah, tanpa teman, tanpa siapa-siapa, dan sedih merenungi nasibnya sampai nangis gitu. Namun jangan lupa kembali sesudah sebagian jam.

 

  1. Saat mereka berperilaku salah, marahi si kecil dengan perasaan. Omelan orang tua akan selalu membekas pada memori seorang si kecil. Kadang kita sendiri saja masih kangen dengan omelan orang tua. Semakin baik omelannya, ya semakain baik pula si kecil yang diomelinya. Omelan juga adalah format beri sayang, sedangkan kadang-kadang dianggap ceriwis. Jangan pernah menyerah ya para ortu… Bawalah omelanmu menusuk perasaan sang si kecil. Seorang si kecil akan mudah mengabsorpsinya ketika sudah masuk pada tahap perasaan mereka. Ajak mereka berbicara tentang perasaan. Ingatkan mereka tentang keluarga, kebahagiaan, kemiskinan, pengangguran, dan keadaannya ketika itu.

 

  1. Jangan pernah berkata kasar terhadap si kecil. Tiap kata yang keluar dari mulut orang tua terhadap buah hatinya adalah edukasi. Sekali kamu berkata kasar pada anakmu, berarti kamu mengajarkan terhadap mereka hal yang kasar terhadap mereka. Lalu apakah kamu akan memberikan pelajaran kasar untuk si kecil yang kamu kasihi? Tentu tak. Perkataan kasar terbukti juga mengajarkan terhadap mereka untuk berkata kasar terhadap orang lain. Malahan terhadap orang tuanya sendiri yang menyuarakan kata kasar. Karenanya jaga mulutmu di depan mereka, bila kamu tak berkeinginan mereka berlaku kasar kepadamu.

 

  1. Atur jam belajar mereka. Tentukan waktu yang tepat bagi si kecil untuk belajar. Malam untuk mempelajari pelajaran sekolah dan menjalankan PR. Pagi-pagi belajar menghapal. Pulang sekolah tanyain tentang pelajaran yang diberi tahu di sekolah. Sore ajari ia beragama yang baik, sopan santun, sopan santun dan lain sebagainya.

 

  1. Ajaklah si kecil rutin merenungi kehidupan. Saat mereka sudah agak kapabel berdaya upaya, jangan sungkan mengajak mereka ke tempat yang adem dan nyaman untuk merenungi kehidupan. Atau hal ini dapat dikerjakan di pagi hari sekitar jam 3, waktu yang tepat untuk menyejukkan jiwa di tengah sepi dan gelapnya alam.

 

  1. Jangan enggan mengajak si kecil untuk selalu berdaya upaya. Pancing si kecil-si kecil untuk selalu berdaya upaya. Kerjakan PR sendiri, jangan pernah beri tahu jawabannya, boleh bila cuma sekedar beri jalan/caranya. Ini akan membuat mereka terbiasa untuk menyelesaikan situasi sulit sendiri, tak mudah putus cita-cita, tak mudah prustasi, dan selalu kreatif juga inovatif dalam menghadapi tiap-tiap-tiap-tiap hal.