Gangguan Irama Jantung

Irama Jantung

Detak jantung dihitung sebagai berapa kali jantung Anda berdenyut tiap-tiap menitnya, dan denyut jantung normal bervariasi pada tiap-tiap orang. Melalui denyut jantung, Anda bisa memantau tingkat kebugaran dan keadaan kesehatan anda.

 

Jantung adalah organ berotot yang bisa memompa sekitar 100 ribu kali dalam sehari, untuk mengirim darah yang kaya akan oksigen dan gizi ke segala tubuh Anda. Oleh karena itu, kesehatan jantung benar-benar perlu untuk dijaga, termasuk mewaspadai petunjuk permulaan gangguan yang mungkin terjadi dengan memerhatikan denyut jantung normal. Kelainan pada denyut jantung bisa menandakan adanya gangguan fungsi dan performa jantung.

 

Detak jantung Anda juga bisa mengalami gangguan. Jantung mungkin mulai berdenyut terlalu kencang, lambat, tidak teratur, atau malahan mengalami henti jantung. Gangguan irama jantung hal yang demikian secara medis disebut dengan istilah aritmia.

 

Banyak hal yang bisa menyebabkan munculnya aritmia, termasuk keadaan medis seperti serangan jantung, riwayat penyakit jantung, tekanan darah tinggi, adanya perubahan struktur jantung seperti pada kardiomiopati, gagal jantung, penyakit katup jantung, gangguan tiroid, gangguan elektrolit, atau sedang dalam masa pemulihan sesudah menjalani operasi jantung. Unsur lain seperti terlalu banyak mengonsumsi minuman berkafein atau memabukkan dan efek samping obat-obatan juga bisa menyebabkan aritmia. Penyakit aritmia secara garis besar dibagi menjadi dua, adalah takikardia dan bradikardia. Berikut penjelasannya:

 

Takikardia

Takikardia adalah keadaan saat denyut jantung berdenyut lebih kencang pada saat istirahat. Keadaan ini tidak selalu jelas diketahui apa penyebabnya, tetapi diduga bisa disebabkan oleh berbagai unsur, seperti unsur keturunan, riwayat penyakit tertentu seperti penyakit jantung dan anemia, efek samping obat-obatan, atau adat istiadat seperti mengisap rokok dan mengonsumsi minuman memabukkan.

 

Takikardia bisa menimbulkan keluhan yang mencakup nyeri dada, pusing, kelelahan, dan sesak nafas. Tetapi, kadang takikardia juga bisa tidak menimbulkan gejala atau keluhan apa malahan.

Bradikardia

Detak jantung yang terlalu lambat disebut bradikardia. Normalnya, denyut jantung berdenyut 60 – 100 kali per menit saat istirahat. Tetapi pada keadaan bradikardia, denyut jantung kurang dari 60 kali dalam satu menit.

 

Keadaan ini cenderung terjadi saat usia bertambah, mempunyai riwayat penyakit seperti tekanan darah tinggi atau kelainan tiroid, mengisap rokok, dan karena efek samping obat-obatan.

 

Pada sebagian orang, mungkin denyut jantung yang terlalu lambat tidak menimbulkan dilema. Tetapi, keadaan ini bisa menjadi petunjuk adanya dilema pada metode listrik jantung. Bradikardia bisa menimbulkan keluhan berupa sesak nafas, sulit berfokus, pingsan, pusing, dan mudah lelah walau hanya melaksanakan sedikit aktivitas.

 

Mengenali denyut jantung normal bisa menjaga Anda dari berbagai gangguan kesehatan. Untuk mempunyai denyut jantung normal, karenanya kesehatan jantung perlu dijaga dengan metode mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, rutin aktif bergerak, tidak mengisap rokok, menjaga berat badan konsisten ideal, serta menjaga kadar kolesterol dan gula darah dengan baik. Jikalau denyut jantung Anda mengalami gangguan seperti yang sudah dipaparkan di atas, karenanya segera konsultasikan ke dokter pakar jantung untuk menerima penanganan.

Related posts