Kecerdasan Emosional Wirausaha

Wirausaha

Kesulitan pertama yang timbul dikala seseorang mempertimbangkan untuk menjadi wirausaha ialah mendapatkan peluang usaha yang cocok, yang cocok dengan keadaan dirinya, atau mendapatkan pandangan baru-pandangan baru yang bisa dikembangkan menjadi suatu usaha kongkret. Ada satu hal yang penting ialah Kecerdasan emosionil. Kecerdasan EmosionilĀ  ialah keterampilan atau kemampuan yang bisa dikembangkan dalam 2 lingkup utama ialah kecerdasan emosionil intrapersonal/kemampuan pribadi dan kecerdasan emosionil interpersonal/ kemampuan sosial.

 

Kecerdasan Emosionil Intrapersonel wirausaha menyangkut soal bagaimana kita mengelola diri sendiri. Tiga unsur yang terlebih untuk menilai kemampuan pribadi seseorang ialah: Pertama, Kesadaran diri. Ini menyangkut kemampuan mengenali emosionil diri sendiri dan efeknya, mengenal energi dan batas-batas diri sendiri, dan keyakinan tentang harga diri dan kemampuan sendiri atau percaya diri. Kedua, Pengaturan diri. Ini menyangkut kemampuan mengelola emosionil, memelihara norma kejujuran dan integritas, bertanggung jawab atas energi kerja pribadi, keluwesan dalam menghadapi perubahan, terbuka kepada gagasan, pendekatan dan isu-isu baru. Ketiga, Semangat. Ini menyangkut dorongan prestasi untuk menjadi lebih bagus, janji, inisiatif untuk memanfaatkan peluang, dan optimisme dalam menghadapi halangan dan kegagalan.

 

Kecerdasan Interpersonal wirausaha menyangkut soal bagaimana kita menangani suatu hubungan. Dua unsur terlebih untuk menilai kemampuan sosial seseorang ialah: Pertama, empati. Ini menyangkut kemampuan untuk memahami orang lain, perspektif orang lain, dan berminat kepada kepentingan orang lain. Juga kemampuan mengantisipasi, mengenali, dan berupaya memenuhi keperluanĀ  pelanggan.. Kedua, Kerjasama ( work together) ialah kemampuan dan keterampilan yang dimiliki untuk bisa bekerjasama pada suatu golongan dalam memecahkan persoalan. Hal ini nampak jelas dari pengalaman dan keberhasilan pada komputerisasi entrepreneur seperti Bill Gates (Microsoft), Dia tahu betul bahwa ia cerdas dalam membentuk program-program komputer (software). Melainkan hal itu tak cukup untuk menjadi wirausaha. Dia juga harus memahami keinginan, keperluan, dan kepentingan pasar global kepada teknologi komunikasi isu yang gampang dipahami (user friendly). Kecakapannya berempati dengan keinginan, keperluan, dan kepentingan orang lain itulah yang membikin Microsoft senantiasa menawarkan produk-produk yang relatif gampang dipergunakan untuk bermacam-macam kepentingan konsumennya. Dengan kata lain keberhasilan menjadi wirausaha itu terkait erat dengan kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan interpersonal.

 

Jadi, bagaimana wirausaha dalam memilih bidang usaha yang cocok dengan keadaan, keadaan, dan kemampuan pribadi Anda? Pertama, gunakanlah Kecerdasan intrapersonal/kemampuan pribadi Anda. Ketahuilah secara pasti apa produk atau jasa yang bisa Anda tawarkan kepada orang lain (sebagai solusi kepada persoalan tertentu), yang cocok dengan atensi, talenta, talenta, dan hobi Anda. Kedua, gunakanlah Kecerdasan Interpersonal/Kecakapan Sosial anda untuk berempati, memahami keperluan, keinginan, kepentingan, dan persoalan segmen pasar tertentu. Sepanjang dimungkinkan, lakukan survei dan riset pasar. Kunjungi pasar-pasar tradisional dan modern, hadiri pameran-pameran, wawancarai orang-orang yang menurut Anda memahami hal yang berharap Anda ketahui.

Related posts