Cara untuk Mengubah Liabilitas Menjadi Profitabilitas

Profitabilitas

Mempunyai aset jadi dambaan banyak orang. Punya sepeda motor, kendaraan beroda empat, malahan rumah jadi tujuan orang-orang yang mengejar kemapanan. Saking besar niatnya tersebut, jangan heran banyak yang mengerjakan apa malahan demi aset hasrat.

 

Semacam aset diperoleh, dilema lain timbul. Kok, dapat? Bukannya punya aset malahan untung? Di satu sisi, adanya aset menjadi profit. Melainkan, di sisi lain, aset dapat berubah jadi bobot keuangan. Uang bensin, biaya bengkel, maupun ongkos pemeliharaan mengambil porsi dari anggaran keuangan. Belum lagi kreditan yang harus dibayar setiap bulannya kalau memilikinya dengan mengambil pinjaman.

 

Ini berarti ada tambahan lagi di pos pengeluaran. Inilah yang dinamakan sebagai liabilitas. Hening kalau didefinisikan, liabilitas yakni sejumlah hal, termasuk yang dianggap aset, menjadi sebab pengeluaran.

 

Bisa, untungnya keadaan ini masih dapat diselesaikan. Ada solusinya kok untuk merubah liabilitas menjadi profitabilitas. Bagaimana caranya?

 

  1. Daftar Menjadi Driver Aplikasi Online untuk Ketimbang Tambahan Pemasukan

 

Tiap-tiap dianggurkan atau hanya dipakai sebagai transportasi pulang pergi ke kantor, lebih bagus diregistrasikan sebagai moda transportasi online.

 

Sebab upah yang diperoleh dengan menjadi driver aplikasi online dapat dipakai untuk membayar kreditan kendaraan, menutupi ongkos bensin, meminimalkan uang pemeliharaan, dan kalau masih ada sisa, masih dapat dipakai untuk keperluan lainnya.

 

Sebagai gambaran, driver aplikasi online di kota besar dapat menerima penghasilan sampai Rp500 ribu dalam sehari.

 

  1. Walaupun Libur Bukan Berarti Memperbolehkan Juga Libur. Rentalkan Saja!

 

Weekend menjadi waktu libur yang ideal untuk mengistirahatkan diri sesudah seminggu berprofesi. Praktis, kendaraan yang umum dipakai untuk berangkat dan pulang kerja juga ikut serta libur. Kondisi, kreditan masih terus berjalan. Uang juga harus keluar buat beli bensin dan maintenance di bengkel.

 

Sekalipun hari libur, tidak ada salahnya menyewakan kendaraan beroda empat yang tidak terpakai. Hitung-hitung uang yang diperoleh nantinya dapat dipakai untuk urusan menyangkut pengeluaran kendaraan beroda empat. Belum lagi adakalanya bensin pada kendaraan masih tersisa lumayan banyak sebab diisi si penyewa.

 

  1. Rugi, Kebutuhan Rumah dalam Kemampuan Kosong. Coba Sewakan!

 

Karenanya akan tempat tinggal cukup tinggi di kota-kota besar. Kecuali keuangan setiap orang juga tidak sama. Dapatkan, banyak yang memilih mencari rumah sewaan daripada beli rumah.

 

Tentu saja keadaan ini boleh jadi kesempatan untuk menyewakan rumah yang kosong. Sayang kalau rumah ditinggal dalam keadaan tidak ditempati. Kini kotor tidak terurus, bayar kreditan serta pajak bumi dan bangunan (PBB) konsisten jalan terus.

 

Dengan disewakan, rumah dengan jenis-jenis bobot biayanya dapat teratasi. Dan rumah tidak lagi jadi liabilitas malahan memberikan profit (profitabilitas).

 

  1. Tidak Tambahan Uang dengan Memasangkan Iklan di Memperbolehkan

 

Walaupun sudah banyak yang memanfaatkan bagian belakang kendaraannya untuk dipasangi iklan. Entah itu memasang iklan di kaca belakang kendaraan beroda empat maupun memasang neon box iklan di belakang sepeda motor. Soal berapa besar uang yang diperoleh tergantung dari kebijakan penyedia iklan. Ya, sampai Rp500 ribu per bulan dapat diperoleh dari pemasangan iklan (tergantung kilometernya).

 

  1. Yuk, Bercocok Tanam. Bayar Pajak Jadi Ketika Sia-Sia

 

Kebutuhan tanah kosong dan terbengkalai sama saja menyia-nyiakan kesempatan. Kondisi, area yang kosong tersebut kalau dimanfaatkan dapat menjadikan benefit yang menolong dalam pemenuhan keperluan harian.

 

Coba saja diwujudkan lahan produktif dengan ditanami jenis-jenis sayuran atau buah-buahan. Tidak tiba waktunya panen, uang untuk belanja sayur atau buah dapat dihemat sebab tidak perlu lagi membeli sayur dan buah.

 

Nah, kelebihan hasil bercocok tanam ini dapat jadi uang dengan memasarkannya kembali. Apalagi kalau itu organik, dijamin laku sebab banyak peminatnya. Menguntungkan, bukan? Dan bayar pajak malahan jadi tidak sia-sia.

 

  1. Jadi Freelancer agar Beli Tidak, Sudah, dan Paket Data Ketika Percuma

 

Punya kesanggupan menulis atau desain atau apa malahan yang dapat dilakukan secara remote alangkah baiknya didayagunakan. Menjadi freelancer dikala waktu senggang tidak hanya mendatangkan uang, tetapi makin menaikkan citra profesionalitas.

 

Soal uang, jangan ditanya. Seorang freelancer dibayar sampai 500 dolar per bulan untuk project yang dilakukan. Ketika sedikit yang alih status dari karyawan konsisten menjadi freelancer. Kini kerja tidak perlu datang ke kantor, bayarannya di atas gaji lagi. Kurang untung apa coba.

 

  1. Popularitas Tabungan Ketika Tergerus Inflasi dan Bea Admin, Ayo Buka Bisnis Online

 

Walaupun belanja online makin menjadi-jadi.  yang sepertinya terus menyala sebab disulut dengan banyak promo dan diskon. Kini bukan rahasia lagi kalau orang-orang teramat peduli dengan harga. Sisi positifnya tentu mereka jadi paham pentingnya berhemat.

 

Nah, peristiwa ini boleh jadi kesempatan yang membawa untung.  tabungan yang tersimpan untuk membuka bisnis online. Coba bayangkan bisnis online yang dibuka laris dan banyak dapat review positif. Uang tabungan jadi berlipat, inflasi dan bea admin bukan dilema lagi.