Mekanisme Kerja dari Payment Gateway

Payment Gateway

Teknologi sudah merubah gaya hidup dan contoh bisnis dalam satu dekade terakhir ini. Transaksi jual beli lewat warung, ruko, atau mal dirasa sudah kurang praktis lagi. Malah, kecenderungan ketika ini orang ke mal cuma untuk menghabiskan weekend atau sekedar cuci mata. Sementara untuk transaksi barang, mereka sudah mulai melirik layanan online.

 

Jual beli online (ecommerce) disukai karena kemudahan yang diberi dalam membandingkan banyak produk dan alternatif produk yang betul-betul banyak. Malah, beberapa produk yang dijual secara online sulit dijumpai di mal atau daerah belanja lain. Perubahan pola bisnis ini sudah membuka peluang bagi banyak orang untuk melaksanakan bisnis secara online.

 

Ada banyak contoh bisnis online yang dapat dijalankan. Mulai dari membuka warung online sendiri atau sekedar menjadi perantara (broker), reseller, sampai drophshipper. Jika Anda mempertimbangkan untuk membuka warung online sendiri, satu hal yang harus dipikirkan, kecuali variasi produk, adalah kemudahan dalam proses pembayaran. Sebagai perantara situs ecommerce dengan merchant bank yang aman dan canggih, payment gateway memiliki mekanisme kerja standar sebagai berikut.

 

  1. Pelanggan warung online mengamati dan mempertimbangkan untuk membeli suatu produk berdasarkan kabar yang disajikan pada koneksi sumber payment gateway.
  2. Payment gateway akan meneruskan kabar hal yang demikian ke prosesor pembayaran bank Anda.
  3. Prosesor pembayaran meneruskan kabar transaksi ke asosiasi penerbit kartu yang diterapkan, contohnya Mastercard atau Visa
  4. Tahap selanjutnya, bank berhubungan akan menerima permintaan ini dan mengirimkan balasan ke prosesor dengan kode khusus serta memberikan konfirmasi apakah transaksi hal yang demikian sukses atau gagal.
  5. Prosesor pembayaran akan mengirimkan pesan itu ke payment gateway kemudian akan diteruskan ke situs Anda serta pemegang kartu sampai transaksi diucapkan sukses.