Setelah Transfer Embrio Beku

Transfer Embrio

Transfer embrio beku adalah salah satu pengerjaan dari rangkaian prosedur bayi tabung yang dilakukan dengan metode mencairkan kembali embrio yang telah dibekukan sebelumnya. Prosedur ini dapat menjadi opsi opsi untuk dijalani, seandainya ada kondisi tertentu yang menyebabkan pemindahan embrio semestinya ditunda terutama dulu.

 

Pada pengerjaan bayi tabung, kebanyakan dokter akan memberi masukan calon ibu hamil untuk segera menjalani penanaman embrio di dalam rahim. Namun pada sebagian kasus, penanaman embrio hal yang demikian dapat dipertimbangkan untuk ditunda. Penundaan dilakukan dengan metode membekukan embrio mengaplikasikan alat khusus, kemudian disimpan, dan dicairkan kembali pada ketika yang pas. Pencairan embrio yang telah dibekukan akan meniru siklus masa subur calon ibu hamil supaya tingkat kesuksesan bayi tabung juga tinggi.

 

Calon ibu yang telah menjalani transfer embrio direkomendasikan untuk menghindari kesibukan berat, tetapi tetap dapat berkegiatan seperti lazim. Bila calon ibu berhasil mengalami kehamilan, dokter kandungan akan memantau kondisi pasien sampai persalinan.

 

Bila tak mengalami kehamilan, pasien akan diinstruksikan untuk berhenti mengkonsumsi progesteron. Pasien akan mengalami menstruasi sekitar seminggu sesudah berhenti mengaplikasikan progesteron. Akan tetapi, seandainya terjadi perdarahan yang tak normal dari rahim atau tak mengalami menstruasi sesudah berhenti mengkonsumsi progesteron, pasien hendaknya segera menghubungi dokter terkait. Bila pasien berkeinginan menjalani penanaman embrio kembali, dokter akan mengatur jadwal penanaman selanjutnya. Embrio beku yang masih tersimpan di ruang penyimpanan, sisa hasil pembuahan, dapat dicairkan untuk keperluan penanaman kembali.