Tips Penanganan Tifus yang Tepat

Tifus

Tifus adalah penyakit menular yang dapat menyerang siapa saja, bagus balita, si kecil-si kecil, remaja sampai orang dewasa. Cuma saja tifus yang terjadi pada ibu hamil (bumil) tak dapat ditangani sembarangan. Yuk kenali gejala dan metode menangani penyakit tifus yang ideal pada Bumil.

 

Tifus adalah penyakit yang terjadi karena infeksi bakteri Salmonella typhi. Penularan dapat terjadi dikala makanan atau minuman, terkontaminasi oleh kotoran (air kencing atau tinja), yang mengandung bakteri Salmonella typhi.

 

Gejala yang membuktikan penyakit tifus, sebagian diantaranya adalah, demam tinggi (39-40 C°)sakit kepala, hilangnya nafsu makan, sakit perut, tubuh gampang lelah, batuk kering, dan berkurangnya berat badan. Bagi sebagian orang, gejala penyakit tifus dapat berupa Keluhan-keluhan yang timbul pada penyakit tifus umumnya disertai oleh gangguan pencernaan, seperti diare ataupun sembelit.

 

Gejala penyakit tifus umumnya timbul secara bertahap pada 1-3 pekan setelah tubuh terinfeksi bakteri. Sekiranya Bumil mengalami gejala penyakit tifus, sebaiknya segera menghubungi dokter agar menerima penanganan yang ideal. Penanganan

 

Untuk menetapkan diagnosis, dokter dapat menganjurkan pemeriksaan air kencing, tinja atau darah.  Kemudian, pengobatan tifus umumnya dijalankan dengan pemberian  Namun, tak segala antibiotik aman dikonsumsi dikala hamil. Untuk itu, Bumil perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani pengobatan.

 

Kecuali mengonsumsi antibiotik, Bumil juga direkomendasikan untuk memperbanyak istirahat dari aktivitas sehari-hari, dan menjaga pola hidup yang sehat. Sekiranya terasa lemas atau mual, Bumil direkomendasikan untuk makan dengan porsi kecil, melainkan dengan frekuensi yang lebih sering kali kali. Hal ini bertujuan agar Bumil dapat makan lebih nyaman, sehingga pemulihan dapat lebih cepat.