Siapkan Rencana Pensiun Sebaik-Baiknya dengan Langkah dan Kiat Berikut Ini

Rencana Pensiun

Siapa yang tidak mau masa tuanya bahagia. Bebas dari pemikiran serta kerepotan dilema keuangan ketika usia telah tidak memungkinkan lagi untuk berprofesi keras. Ada hal utama yang patut dipersiapkan sebelum menjelang usia 50 tahun atau lebih, yaitu dana pensiun. Tidak seluruh orang menyadari akan pentingnya mempersiapkan rencana pensiun. Sebagian mungkin merasa bahwa kariernya sedang cerah, pemasukan yang cukup malah berlimpah. Sampai-hingga ketika sedang produktif, malah melupakan bahwa pensiun yaitu sama dengan menjadikan masa tua yang tenang dan bahagia.

 

Kalau ketika ini usia Anda 30 tahun, pemikiran pensiun mungkin terasa masih jauh. Namun, kalau usia telah hingga 40 tahun, sebaiknya patut mulai langsung memberesi diri. Anda dapat mempersiapkan diri untuk menjelang masa pensiun seperti yang diulas berikut ini.

 

Dalam perencanaan keuangan bentang panjang, persiapan pensiun yaitu salah satu yang patut dijadikan. Ketika pensiun tiba, apalagi kalau tubuh masih segar dan sehat, dapat jadi apa yang diinginkan sama dengan yang diinginkan ketika berada pada masa produktif. Agar masa pensiun tenang dan seluruh keperluan terpenuhi, cobalah terapkan langkah-langkah berikut ini sebagai langkah mempersiapkan rencana pensiun.

 

  1. Persiapkan Si-Si Sejak Dini

Hal pertama yang paling mengganggu kalau akan menjelang masa pensiun yaitu ketika anak-anak masih belum dapat mandiri. Atau kalaupun anak telah punya penghasilan, melainkan masih butuh bantuan dari orang tua.

 

Persiapkan anak sedini mungkin supaya mampu menghadapi hidup dan memecahkan persoalannya secara mandiri. Caranya, bekali anak-anak dengan pendidikan dan pengetahuan tentang hidup mandiri.

 

  1. Rundingkan tentang Dana Pensiun Bersama Pasangan

Langkah berikutnya yaitu rundingkan tentang dana pensiun bersama pasangan. Ini sebab pada masa tua, hendaknya anak telah mandiri dan tidak lagi bertumpu dengan orang tua. Demikian juga, orang tua tentu tidak menginginkan sama sekali pemberian dari anak.

 

Karena itu, bersama pasanganlah nantinya waktu pensiun akan dilalui. Ada bagusnya persiapkan secara matang, sedini mungkin satu tabungan khusus dana pensiun yang akan dipakai sebagai simpanan masa pensiun nanti.

 

  1. Pensiun Bukanlah Masa Wisata

Masa pensiun bukanlah masa tamasya. Kita dapat jadi masih akan tetap merasa perlu berkesibukan seperti masa muda dan produktif. Ada juga orang yang berdaya upaya untuk pindah ke tempat lain yang lebih tenang guna menikmati masa pensiun yang bahagia.

 

Mencari ketenangan ketika masuk masa pensiun yaitu asa yang sungguh-sungguh wajar. Namun, kadang dari beberapa pengalaman, ada juga orang yang tidak dapat kerasan dan ujung-ujungnya kembali ke kota dengan seluruh keramaian yang ada. Pikirkan masak-masak apa yang akan dilakukan ketika masa pensiun tiba, jangan hingga bosan dan tidak bahagia.

 

  1. Bersiaplah dengan Investasi

Persiapan pensiun identik dengan investasi semenjak dini. Maka, mulailah berdaya upaya untuk berinvestasi semenjak masih masa produktif. Dana inilah yang akan dipakai untuk menghadapi masa pensiun nantinya. Pilih investasi dengan risiko paling kecil, melainkan punya kemungkinan tumbuh lebih pasti.

 

  1. Ketika Masa Pensiun Tiba, Pilih Investasi yang Lebih Simpel

Menjelang masa  pensiun, uang dari hasil investasi inilah yang diinginkan masih dapat dikelola dalam format investasi lain yang lebih simpel. Tetaplah berinvestasi, melainkan cobalah untuk pilih yang teknis kelolanya lebih simpel.

 

  1. Jaga Kesehatan, Nikmati Masa Pensiun dalam Situasi

Banyak orang menjelang masa pensiun dengan situasi jasmani yang mulai menurun. Hal demikian dapat terjadi sebab banyak hal, seperti pada ketika masa muda berprofesi terlalu keras atau malah sebab gaya hidup yang tidak benar. Jaga kesehatan mulai dari sekarang sebelum masuk masa pensiun. Ingatlah, kesehatan yaitu investasi yang tidak akan ternilai harganya.

 

Masa pensiun tenang dan bahagia bukanlah satu hal yang datang otomatis seiring bertambahnya usia. Orang patut menyadari bahwa usia dapat saja tua, melainkan situasi kesehatan finansial dan lainnya mungkin saja tidak berbanding lurus.