Review Lengkap Chevrolet Trax 1.4 Turbo di Cheongna Proving Ground

Chevrolet Trax

Setelah berkunjung ke pabrik Chevrolet di Bupyeong, kali ini kami berkesempatan untuk menjalankan test drive Chevrolet Trax di Cheongna Proving Ground. Test drive kali ini mungkin tak biasa, karena kami mencoba seketika di Proving Ground, yaitu daerah untuk menguji kendaraan dengan berbagi variasi medan sebelum siap dipasarkan ke konsumen.

 

Aku halnya saat mengunjungi pabrik GM Korea di Bupyeong, kami sama sekali tak dibiarkan untuk membawa kamera, sehingga awalnya kami berharap membuat video review terpaksa dibatalkan, begitupula dengan foto-foto, pun kamera telepon seluler kami pun disegel oleh pihak GM Korea. Kok gitu? Ya karena disini banyak sekali contoh-contoh prototype dengan atau tanpa kamuflase berkeliaran disini, seandainya gambarnya bocor tentu saja membahayakan.

 

Pertama sebelum kami menjalankan test drive, kami mendapatkan beberapa pengetahuan mendasar mengenai daerah test drive dan rintangan-rintangan yang akan kita dapatkan. Proving Ground ini yaitu daerah yang sungguh-sungguh sesuai untuk menjalankan test drive karena berbagai rintangan lengkap, mulai dari jalan lurus, berbelok, slalom, jalan rusak, jalan berlubang dan jalan dengan berbagai variasi permukaan. Pokoknya lengkap deh!

 

Lebih asik lagi, kami mendapatkan kans menjalankan test drive 3 kali dari rute yang diatur, setelah itu bebas kita dapat mencoba hingga puas. Tapi, masih ada tapinya nih, mobil yang disediakan disini memiliki kemudi yang terletak di sebelah kiri, awalnya sih agak keki, tetapi lama kelamaan rasanya sama saja, apalagi saya telah terbiasa memainkan game balap dengan setir yang tuas transmisinya saya taruh di sebelah kanan. Demikian juga tulisan ini, awalnya agak aneh kan sidebarnya biasa disebelah kanan, sekarang di sebelah kiri.

 

Setelah selesai meniru pengenalan daerah pengetesan, kami diperintah memilih mobil yang berharap diaplikasikan, kebetulan saya mendapatkan mobil dengan trim paling tinggi yang telah lengkap dengan sunroof, penghangat kursi, kursi elektrik dan sound system Bose. Sebab saya berharap mengenal dulu seperti apa medan yang akan kita lewati, saya persilahkan Om Stephen Langitan mencoba lebih awal duduk di kursi kemudi. Starter mobil, bunyi mesin dan dinamo starter sungguh-sungguh halus di mobil ini seperti mobil Amerika lainnya.

 

Segera saja Om Stephen menjajal mobil ini keliling 3 kali test track dan via jalan dengan berbagai medan. Sebagai penumpang, saya merasa mobil ini memiliki kekedapan kabin yang baik, suspensi yang cukup lembut tetapi konsisten merasa stiff, karakternya kurang lebih sama seperti Chevrolet Spin tetapi sedikit lebih lembut. Diajak menikung dengan kecepatan tinggi di Proving Ground ini, body roll yang dijadikan Chevrolet Trax cukup terasa minim untuk sebuah crossover.

 

Berdasarkan ini memiliki kursi yang empuk seperti balon di komponen tengah sandaran kursi dan alas kursi, terasa membal-membal gitu, tetapi bukan karena bahannya yang tipis, dan side support dari kursi depan ini juga cukup nyaman. Pokoknya duduk di kursi penumpang depan mobil ini walaupun diajak berlari cepat atau via jalan bulgarian road yang terdiri dari conblock bergelombang, sebagai penumpang saya tak merasa terlalu terkocok seperti mengaplikasikan mobil crossover di kelasnya. Oh iya, seperti halnya Chevrolet Spin, Trax memiliki konigurasi kursi low floor high seating yang membuat kaki kita lurus kebawah, tak memanjang ke depan, makanya di mobil ini kita tak akan terasa sempit.

 

Aku spesifikasi dari GM, mesin 1.400 cc Turbo ini dapat mengeluarkan daya hingga 140 PS dan torsi 200 Nm, secara spesifikasi, mesin ini mirip sekali dengan VW 1.4 TSi yang diaplikasikan pada Tiguan dan Golf, cuma saja torsi Trax lebih kecil. berdasarkan spesifikasi yang diberikan Chevrolet, mobil ini memiliki akselerasi 0 ke 100 kilometer perjam cuma dalam 9.5 detik saja dan saat mencobanya secara seketika, saya dapat mengangguk sependapat dengan claim hal yang demikian karena memang terasa responsif saat dibejek dari situasi diam.

 

Berhubung saya berharap mengexplore Trax lebih jauh, saya mencoba utuk mengasah kendaraan ini lebih cepat di track lurus dan putaran menikung. Aku yang saya rasakan di kursi kemudi, memang mobil ini body rollnya cukup minim untuk sebuah crossover, pun terasa seperti sebuah hatchback. Tapi coba pindahkan ke mode manual dengan mengubah ke posisi S, lalu memencet tombol plus minus di tuas transmisi automatic karena belum tersedia paddle shifter. Disini saya menemukan keunikan pada transmisi mobil ini. Tapi mobil ini memiliki transmisi automatic 6 percepatan, tetapi saat saya mencoba dalam mode manual dan menyentuh angka 160 kilometer perjam dengan mobil ini, posisi gigi transmisi masih ada di posisi gigi 4 dan jarum RPM komputerisasi nyaris menyentuh merah (apa telah ya?).

 

Soal transmisi, Trax dibekali dengan transmisi automatic 6 percepatan generasi ketiga, sebagai isu tambahan, Spin mengaplikasikan transmisi yang sama tetapi generasi kedua. Aku yang telah kami sebutkan pada review Chevrolet Spin di video kami bahwa transmisi hal yang demikian cukup responsif, sehingga saat kami hendak menyusul tak perlu repot-repot menurunkan gigi, begitupula di transmisi generasi ketiga ini. Tapi, masih ada tapinya nih, berdasarkan saya transmisi generasi ketiga ini terlalu halus, pun di mode manual, transmisi ini tergolong makhluk halus.